Crappuccino

September 15, 2008

Review: Mock Turtle Soup

Diarsipkan di bawah: manga — Tag:, , — crappuccino @ 2:19 am

Judul: ikasama umigame no Soup (Mock Turtle Soup)
Manga-ka: Kusumoto Maki
Volume: 1 [tamat]
Penerbit: Shinsokan [Japan]
Tahun: 1998

recipe:
Turtle Tears……………………………………… 3 drops
Eye of Newt…………………. Shelled and sliced thin
Dead Man’s Toes…………………………….. 13 digits
Crushed Tiger Beetle powder… 33 1/3 teaspoons
Hemlock (fresh)………………………….. Just enough

(if the above are difficult to obtain, you may substitute in “hundred year poison”.)

Mengharap sesuatu yang biasa dari Kusumoto Maki-sensei tampaknya akan sia-sia. Dari 3 karyanya yang saya baca, tak satupun yang bisa disebut “wajar” *mungkinkah karya-karya awal sensei lebih normal??? -_-;;* Mock Turtle Soup berisi 8 cerita SANGAT pendek tentang cinta: Chocolate love, girls’ love, summer love, fairytale love, unrequited love, bread love, reincarnated love, dan finding true love. Kalau memandang tiap cerita sebagai fragmen-fragmen yang tidak berhubungan, kemungkinan besar kita akan kecewa. Karena – seperti yang sudah saya bilang – cerita-cerita di sini SANGAT pendek, beda dengan Dolis atau K no souretsu yang memang punya plot. Malah lebih tepat dibilang prosa daripada cerita. Mungkin kalau kita coba menikmatinya sebagai satu kesatuan, kita bisa merasakan keindahannya. *Kasarannya, mending gak usah dipikir deh. Baca dan terima aja. Dengan begitu lebih kerasa indahnya*

Beda lagi kalau bicara soal artwork. Buat saya pribadi, inilah alasan utama saya baca manga ini. Seperti biasa, kusumoto sensei tidak mengecewakan kalau menyangkut artwork. Lebih lagi, manga ini full-color! Penempatan panel yang tidak wajar, gaya minimalis, taburan warna-warni di background; hal ini makin menguatkan kesan pada diri saya bahwa Kusumoto-sensei “cuma” ingin bereksperimen seni daripada membuat manga dengan plot yang solid. Kalau boleh jujur, saya anggap gaya gambar sensei (dari segi character/style) tidak sedahsyat beberapa manga-ka lain, tetapi saya amat mengagumi bagaimana sensei menempatkan gambarnya ke cerita yang tepat. *kadang suka sensi juga sih. Masa satu halaman segede gitu cuma gambar ilustrasi orang satu-dua biji, satu-dua balon kata, sisanya maen blocking warna ato maen tekstur*

Secara umum, saya lebih merasa membaca sebuah buku kumpulan puisi dengan gambar ilustrasi yang sangat bagus daripada membaca sebuah manga dengan cerita tertentu. Saya sadar, manga ini bisa jadi terlalu aneh atau terlalu menarik. Kalau Anda tanya saya, sampai sekarang saya belum pernah merasa rugi telah membaca karya Kusumoto Maki. Yah, semuanya tergantung pada pembacanya. Take it or leave it.

nb: sekedar saran. Coba baca ini sambil dengerin Sakana-nya Shiina Ringo :D

Downloadble: Storm in Heaven

1 Komentar »

  1. Permisi numpang lewaaaat…
    thanks untuk komentarnya di blog United Coders :)

    Komentar oleh ebonk — September 19, 2008 @ 1:35 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.