Crappuccino

April 26, 2009

!Crap: Sakuran

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, — crappuccino @ 4:16 am

Ignorance is not bliss…

Gilaaa… telat banget tau lagu ini! Satu lagi dari Tante Shiina Ringo, Sakuran dari album Heisei Fuzoku. Kalo gak salah sih, meskipun bukan official soundtrack, lagu ini diilhami dari film Sakuran, yang diangkat dari manga berjudul sama (Tante Shiina jadi Music Director di film ini taun 2007 kemaren). Berhubung saya gak baca manga-nya, dan sekilas ceritanya tentang oiran (mirip-mirip  geisha, tapi agak beda dikit) jadi males gitu liatnya. Baru-baru ini gak sengaja denger lagunya di youtube dan.. asyik! Jazz banget! Videonya juga bagus, cuma sayang yang versi youtube rada gak jelas. Anyone knows where to download the high quality version of this?

Owkeeeh.. buat yang suka jazz (especially Niken), this one’s for you! Hehe.. sekalian sebagai permintaan maap dari saya, setelah sekian lama menelantarkan blog ini *halah*
*note: She DOES sing in English*

SAKURAN

Don’t pray for it to rain, don’t look to the sky
Hold me with your lonesome eyes
You slipped into my room in a simple disguise
Take me with your furtive eyes

I want… I wait for time to come my way again

Stay here, your sorrow’s luring me in,
But does this sorrow ever end?
Sadness invites me, entices me to you
Don’t let me go

You first came to me with misery
But now you feel uninspiring
All the pain in your face has been replaced
I’m so tired of useless words and laughing

With you I felt time lift and carry me away

I want you with me but all you feel is cold
Is this getting old?
Your look of sorrow, it fills me with desire
My heart’s on fire

Come here, come near me, there is no one like you
Let’s burn up this room
Now that i’m with you, I see it day by day
Facades, they fade away

How will you get by?
You know, I just don’t care for foolish affairs
You cheat, you smile, you laugh at my desire
I’m crazy for…
what am I crazy for?

Agustus 25, 2008

!Crap: 99 Luftballons

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 10:07 am

*Giliran lagi rajin ajah, sekali entry 2 biji deh! Mana crap semua lagi!*

Ada yang inget gak, sama lagu 99 Luftballons? Lagu jaman jebot (thn 1983-1984) yang dulu dinyanyikan sama Nena ini pernah dipopulerkan lagi sama Goldfinger (thn 2000) – dibikin versi punk. Lagu ini ada 2 versi, Jerman dan Inggris. Sejauh ini, gambaran yang saya dapat dari versi Inggrisnya adalah ini lagu tentang perang. Ternyata, setelah saya baca terjemahan langsung dari versi Jermannya, isinya lebih miris lagi. Monggo silaken dibaca ^^ (terjemahan diambil dari http://www.inthe80s.com/redger2.shtml)

99 Luftballons

Do you have some time for me?
Then I’ll sing a song for you
About 99 balloons
On their way to the horizon
Are you perhaps thinking of me?
Then I’ll sing a song for you
About 99 balloons
And that something (like the war) comes from such a thing (the balloons)

99 balloons
On their way to the horizon
They thought they were UFOs from space
So a general sent
A flying squad out there
To raise the alarm if it was true
Yet there on the horizon were
Only 99 balloons

99 jet airplanes
Each one was a great warrior
Thought that they were Captain Kirk
There were great fireworks
The neighbors didn’t understand anything
And felt immediately felt “pissed off”/provoked
Yet there they shot on the horizon
At 99 balloons

99 war ministers
Matches and petrol cans
Thought that they were clever people
Already caught wind of great spoils [of war]
Shouted: War, and wanted power
Man, who would have thought
That one day it would come to this
Because of 99 balloons

99 years of war
Don’t leave a place for victors
There are no ministers of war any more
No jet planes either
Today I’m doing my rounds
Seeing the world lying in ruins
Found a balloon
Think of you and let it fly

Konyol banget kan? Betapa sesuatu yang besar itu bisa berasal dari sesuatu yang gak penting dan gak prinsip banget. *sigh*

Lirik versi Jerman dan Inggris (versi lagu)

!Crap: mikir2 tentang bermusik

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 8:59 am

Haru is baaack! Tapi mangap, kali ini tidak ada review dari saya. *halah, emang siapa yang nungguin review lo??*

Ini terkait sama menjamurnya band-band baru di Indonesia. Gimana yah, lama-lama sumpek juga saking bejibunnya dan – berhubung saya gak pernah milah satu2 – kedengerannya sama semua. Jadi bertanya-tanya, sebenernya esensi dari bermusik (baca: nge-band) itu apa sih? Saya rasa sih, sah-sah saja kalau memang ingin cari duit dari bermusik *I’m also one of those dreamers!* tapi dengan begitu banyaknya band yang keluar, mau gak mau saya bingung juga. Malah jadi kebayang economic bubble. And when those bubbles pop, what will remain? Who will remain?

Saya coba bayangin, berapa banyak orang yang berjuang dengan band-nya, ingin menembus major label? *ini belum ngitung yang indie label loh* Begitu banyak festival, begitu banyak event, begitu banyak demo yang dibikin, semua itu buat apa sih? Fame and fortune? Yes, everybody wants to be on top. Fame and fortune-kah kalau cuma ngeluarin 1-2 album terus ngilang? *Ato ganti nama kali ya?*

Jadi apa artinya semua ini?
*binun*
*nerusin baca manga*

Juni 2, 2008

!Crap: Progresif

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 11:07 am

Ini gara-gara kemaren Jumat saya iseng ubek-ubek youtube, dan ketemu sama PV-nya tante Shiina Ringo yang Marunouchi Sadistic (ini lagu yang membuat saya keranjingan Tokyo Jihen). Hoo.. ternyata Marunouchi Sadistic itu aslinya lagu dari solo karir-nya si Tante toh. Maklum, soalnya saya dapetnya yang versinya Tokyo Jihen, dan aransemennya lumayan beda. Penasaran, saya ubek-ubek lah internet, nyari beberapa versi Marunouchi Sadistic. Lumayan, diitung-itung, udah ada 3 versi yang aku tau: versi solo-nya tante Shiina Ringo, versi Tokyo Jihen (ini pun ada 2, yaitu versi live yang lama – yang entah di mana – dan versi live “Just Can’t Help It” baru-baru ini).

Ah, jadi tambah kesengsem aja sama band ini. Mungkin ini bisa disebut efek positif karena mereka sempet gonta-ganti formasi (Kalo Tokyo Jihen-nya tepatnya baru sekali ganti sih, tapi coba kita itung juga pas tante Shiina solo karir). Tapi tapi.. mau ganti ato nggak, kibordisnya tetep bikin saya sakit hati. Sumprit, sakit hati abiz! Aku gak bisa maen kayak gituuuuuuu!!!!!! *hih, mentolo tak cipok*

Hihihi… tiba-tiba saya jadi teringat.. tentang sebuah band edan nan sinting.. yang menyatakan diri mereka beraliran “metal progresif” dengan definisi bahwa “progresif” itu berarti aransemen musik MUNGKIN SEKALI beda antara versi rekaman dan versi live (itu pun tergantung live di mana dan kapan. Masih bisa beda juga soalnya :D )

Ah… jadi kangen sama band ini. Genki Dome!!!!!

jadi.. inilah tujuan entri gak jelas ini.

Mei 26, 2008

!Crap: Love Song & Tali Kutang

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 7:46 am

Dari kemarin, ada 2 lagu yang menghuni kalbu saya:

“Love Song” by Sara Bareilles
“Tragedi Tali Kutang” by Cak Qidin

“Love Song” : Malu nih, saya gak update blas ama dunia musik! Padahal udah keluar dari taun 2007, tapi baru tau sekaraaang! arrgh! Benernya beberapa waktu lalu pernah baca tentang lagu ini di blog-nya orang (saya lupa), tapi masih cuek-cuek aja gituh. Naaah… kemaren Sabtu, berkat teman saya, akhirnya saya tau juga lagu ini. Lagu yang unik! Syairnya lutuuuu! Kapan sih ada orang bikin lagu tentang “gak mau bikin lagu cinta” dan dikasih judul “Love Song”? :D She’s a genius! I luv this girl! Terus, terus… aransemennya itu. Sederhana banget. Kalo didenger2 sih, dia cuma ngulang-ngulang rythm-nya pake piano. Udah. Seringkali, saya menilai musikalitas sebuah lagu dari kerumitan dan kekayaan aransemen. Tapi toh, lagu ini aransemennya simpel banget. Tapi ya itu, tugas penyanyinya buat bikin lagu ini jadi lagu yang gak boring. Toh, mbak yang satu ini berhasil melakukannya. Anjreeet, suaranyaaa! Menjiwai banget!

“Tragedi Tali Kutang” : Sebetulnya.. ini lagu kenangan sih, waktu darmawisata RT ama sepupu. Lalu kenapa lagu najis ini terkecap begitu dalam di memori? Karena buat saya, ini adalah contoh pengaplikasian majas eufinisme totem protoparte (ato pars prototo yah? Ato malah analogi? Tau ah, lupa!) dalam sebuah lagu. Cobalah dengarkan, dan Anda akan menemukan bahwa ia mengandaikan hubungannya dengan si cewek lewat sebuah “tali kutang”. Lagu mana sih yang dengan teganya menghubungkan yayang-nya dengan TALI KUTANG???? Dan teman sayalah yang berbaik hati mempertemukan saya kembali dengan lagu ini. “Nang endi aku goleki.. tali kutang?”

*kabur secepatnya*

Ah, mau minta upload? Ntar yah. Susah nyolong benwit neh.

Maret 26, 2008

!Crap: Di sebuah mall yang indah…

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 10:09 am

Di sebuah mall yang indah, yang tidak punya toko buku, saya tertegun. Di hadapan saya terpampang sebuah tulisan “$ 37.500” yang dipajang di atas sebuah grand piano Yamaha.

……………….

………

Tapi peduli amat, toh saya gak beli. Cuma numpang maen ini :D

Maret 11, 2008

!Crap: lagi-lagi selingkuh…

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 8:32 am

Semakin saya perhatikan, kayaknya udah beberapa tahun ini tren lagu Indonesia (khususnya pop) sedang marak di tema “perselingkuhan”. Kadang kalo WinAmp di kantor (lagi-lagi) memutar lagu seputar orang ketiga (entah sebagai subjek pelaku atau objek penderita), rasanya jari ini gatel pengen ganti track. Temanya sih tetap seputar cinta (yang katanya abadi), tapi kenapa sih kok selingkuh? Apakah karena selingkuh itu mengasyikkan? Dibilang asyik juga, rasanya itu lebih karena unsur “petualangan”-nya. Memang, sesuatu yang menyimpang itu kesannya lebih asyik daripada sesuatu yang “lurus-lurus” aja.

Tapi ya itu, kenapa kok “selingkuh”? Kalo mau yang menyimpang sih, kenapa gak bikin soal homo sekalian? (saya baru nemu satu lagu, If I were Gay-nya Steven Lynch)

- haru yang lagi butek ngerjain report -

Februari 27, 2008

!Crap: Mustapha

Diarsipkan di bawah: !crap, musik — Tag:, , — crappuccino @ 5:50 am

Gara-gara seseorang di kantor sering nyetel Queen, saya jadi terjerumus mem-browsing lirik lagu yang satu ini: Mustapha. Kisah pertemuan saya dan lagu ini juga gak sengaja, iseng donlot dari internet. Reaksi pertama saya ketika denger lagu ini adalah: NgakakGulungGulung. Setelah baca liriknya, malah jadi pingin meluk Freddie Mercury aja. Duh duh, rasanya istilah Islam yang belum dipake Queen di lagunya mungkin cuma ”subhanallah”, ”innalillaahi”, dan ”alhamdulillah” aja deh. Musik lagu ini asyik sih, nge-beat ala timur tengah gitu, ditambah Freddie Mercury yang ”meracau” antara bahasa Inggris, Arab/Parsi, dan jibberish gak jelas.
Cuma ya itu, saya penasaran maksud lagu ini apa. Kok ada Ibrahim, Mustapha, dan Allah segala. Setelah baca beberapa forum, ada beberapa interpretasi: 1. Itu lagu tentang sesuatu yang islami; 2. Itu lagu simbolik menyatakan suatu keadaan di masa itu; 3. Itu kerjaan iseng Freddie Mercury :D Kayaknya yang ketiga ini yang masuk akal.
Dulu sih, saya mengira – karena masih keturunan Persia/Parsi – vokalis Queen ini agamanya Islam, ternyata nggak. Cuma memang mungkin mengenal budaya Islam dikit-dikit. Hihi… mungkin ada yang pernah denger/suka juga sama lagu ini? Bagi yang belum pernah denger, saya sarankan untuk mencoba. Lumayan, buat haha-hihi.

Blog pada WordPress.com.