Review: Across The Universe

movie: ACROSS THE UNIVERSE (2007)

sutradara: Julie Taymor

 

”Words are flowing out like endless rain into a paper cup
They slither wildly as they slip away across the universe”
– Across The Universe by The Beatles –

Waktu melihat trailer film ini di sebuah vcd sewaan, saya sudah ‘curiga’. Liat judulnya, itu salah satu judul lagu The Beatles. Denger background music-nya, cover lagu The Beatles juga. Cari-cari di wiki, ternyata… emang bener, film serba Beatles! OMG, dreams come true!

Alkisah, sekitar taun 1960-an seorang cowok Inggris bernama Jude (Jim Sturgess) pergi ke Amerika buat menemui ayahnya. Ayahnya dulu seorang tentara yang ditugasin di Inggris, tempat dia ketemu ibunya Jude. Sayangnya, ternyata di Amerika sang ayah sudah punya keluarga, membuat Jude Cuma bisa pasrah. Tapi justru perjalanannya ke Amerika mempertemukannya dengan Max Carrigan (Joe Anderson), seorang mahasiswa pemberontak. Semakin akrab dengan Max, Jude pun bertemu dengan Lucy (Evan Rachel Wood), adik Max, yang kekasihnya baru saja gugur di perang vietnam. Jude pun diajak Max pergi ke New York dan hidup di sana sebagai seniman, di mana mereka bertemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai persoalan pula. Cerita berputar sekitar Jude, Lucy, Max, Sadie (ibu kos mereka merangkap vokalis band rock), Jojo (gitaris band Sadie), dan Prudence (seorang gadis lesbian yang juga teman kos mereka).

Film musikal ini banyak memotret gaya hidup bohemian dari flower generation sekaligus semangat anti perang menentang kebijakan perang Vietnam pemerintah AS. Sedikit informasi, film ini adalah film indie *bener gak? Ada informasi yang pasti?* yang cukup berhasil meraih perhatian masyarakat awam. Sempat curiga juga sih apakah Julie Taymor, sang sutradara, memang menggunakan situasi itu untuk menganalogikan protes perang Irak yang gencar beberapa tahun belakangan. Sekaligus, film ini juga mengingatkan kita bahwa protes itu sah-sah saja, tapi jangan sampai generasi muda sebagai agent of changes maupun social control/iron stock malah terjerumus jadi anarkis, bahkan jadi teroris.
Apapun maksudnya, sebagai penggemar The Beatles, saya sih senang-senang saja. Karena, jujur nih, saya lebih memfokuskan perhatian ke lagu-lagunya. Sekali lagi, karena ini film musikal, otomatis banyak sekali adegan cover song, yang dilakukan dengan memuaskan. Film ini saya anggap berhasil merangkaikan lagu-lagu itu sedemikian rupa sehingga menyampaikan pesan-pesan anti perang dan kritik sosial dengan tepat (yah, sebagian besar). Ambil saja contoh lagu Let It Be yang menggambarkan duka kerabat yang ditinggal mati korban kerusuhan dan/atau tentara perang Vietnam; atau medley lagu I Want You (She’s So Heavy) yang justru dipakai untuk merepresentasikan ’kesewenang-wenangan’ pemerintah dalam merekrut pemuda-pemuda ikut wajib militer.

Satu lagi hal menarik di sini adalah nama-nama tokohnya. Hampir semua nama tokoh diambil dari lagu The Beatles. Dari Jude, Prudence, Martha, Sadie, Jojo sampai Desmond dan Dr. Robert (kecuali mungkin nama ayah Jude dan tokoh-tokoh gak penting lainnya). Tapi yang jadi perhatian saya yaitu lagu yang menjadi dasar pengambilan nama. Nama ”Jude” – si tokoh utama, okelah, itu dari Hey Jude, lagu buat Julian (anak John Lennon) supaya bisa nerima ibu tirinya (Yoko Ono). Lalu nama tokoh utama cewek, ”Lucy” dari Lucy in the Sky with Diamonds, lagu The Beatles yang kontroversial, karena diduga menggambarkan keadaan ‘teler’ pengguna LSD, meski disangkal oleh personil Beatles. Tokoh “Max”, kakak Lucy, diambil dari Maxwell’s Silver Hammer, lagu tentang seorang pembunuh bernama Maxwell yang bersenjata kapak perak. Hmmm… menurut kalian gimana?

Iklan

5 pemikiran pada “Review: Across The Universe

  1. hum, hum..kayanya menarik juga. aku nggak begitu familiar dengan lagu2 beatles, tapi penamaan tokoh dari judul lagu cukup lucu (dan unik). Jadi pengen nonton… 🙂

    Hum..aku jd pengen review little miss sunshine 🙂

  2. yah, LEe… kamu mah bacanya paling cuma baris “Prudence(seorang gadis lesbian yang juga teman kos mereka)” kan? Ngaku!
    huh…. baca terusannya dong….
    mana LEe stoknya? mana.. mana…?? *kicks LEe*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s