Review: Dolis

Judul: DOLIS (Die Todliche Dolis)
Manga-ka: Kusumoto Maki
Penerbit: TokyoPop (US)
Tahun: 2006 (US)

Dolis – sebuah gambaran cewek sempurna – itulah Mitsu. Cantik, pintar, dan menarik. Itu pula yang dilihat Kishi saat ia jatuh cinta pada Mitsu. Pertemuan di toko buku tempat Kishi bekerja berlanjut menjadi sebuah hubungan. Meski sejak awal Kishi menyadari bahwa Mitsu bukanlah ”cewek kebanyakan”, tapi lama-kelamaan ia mengetahui bahwa Mitsu punya sisi lain yang tidak ia duga sebelumnya. Semakin jauh, hubungan Mitsu dan Kishi berubah dari sebuah hubungan cinta menjadi sebuah hubungan yang obsesif-destruktif. Mampukah Kishi bertahan, atau setidaknya berani melepaskan diri dari perasaannya pada Mitsu?

Seorang pelukis – mantan pacar Mitsu yang sekaligus menjadikan Mitsu model lukisannya – memberitahu Kishi ”Orang sepertimu tidak akan bisa menangani gadis seperti Mitsu”. *kira-kira begitu bunyinya* Dengan segala kesempurnaannya, Mitsu justru terjebak menjadi ”apa yang dia inginkan” daripada menjadi ”apa yang aku inginkan”. Ia butuh seseorang untuk memberitahu ”kamu harus jadi apa”, dan kebetulan Kishi yang kedapatan giliran. Terlepas dari pertanyaan apakah Mitsu mencintai Kishi atau tidak, ia membutuhkan Kishi ada di sampingnya. Karena itu Mitsu yang labil tidak mau melepaskan Kishi, dan sebaliknya Kishi sudah terlanjur tergila-gila. Alhasil, ketegangan yang ditahan-ditahan pun akhirnya meledak pada klimaks cerita, menyisakan kedua tokoh menghadapi kenyataan dengan caranya masing-masing.

Kekelaman jalan cerita di manga ini sangat didukung oleh style gambar khas Kusumoto Maki-sensei. Penggambaran plot yang unik, panel-panel yang minimalis, serta teknik inking yang memblok panel-panel dengan satu atau dua warna saja menghasilkan paduan gothic dan surreal yang TOP ABIS! Toh, alasan saya memilih buku ini lebih memang karena art-nya. Jadi kalaupun tema atau plot cerita tidak begitu menggembirakan, saya tetap menganggap ”Dolis” cukup berharga sebagai pengganti artbook Maki Kusumoto. *Hihi… emang Kusumoto-sensei pernah ngeluarin artbook ya?*

Sejak perkenalan pertama dengan ”K no souretsu” (Funeral Procession of K), Kusumoto-sensei telah jadi salah satu manga-ka favorit saya. Kebetulan saya selalu menyukai konsep monochrome, permainan inking (seperti Tajima Shou-sensei di ”MPD Psycho”), dan cerita yang twisted. ”Dolis” selain menggunakan monochrome hitam-putih, juga menggunakan beberapa warna lain seperti coklat dan hijau sebagai pengganti hitam. Ini sempat juga saya lihat di ”Love, Egg, and Catastrophe” *Cuma sekilas. Hiks* Sering saya membaca(atau numpang baca) manga-manga yang bertema gothic atau surreal, tapi jarang yang bisa ”menohok” saya seperti Kusumoto-sensei. Sekadar uneg-uneg saja, kenapa kok tidak ada manga Kusumoto-sensei yang diterbitkan di Indonesia? Yah, kalau yang macam ”Dolis” memang tidak begitu menguntungkan secara komersial, tapi banyak juga judul lainnya, seperti ”Kissxxxx”, ”T.V. Eye”, atau ”Tanbiseikatsu Hyakka – An Encyclopedia for People Under Obsession with Beautiful Things”.

Iklan

4 pemikiran pada “Review: Dolis

  1. Tadinya aku bingung, Maki Kusumoto-sensei itu yang ngarang apa… Eh, ternyata K no Souretsu, one of my favorite manga 😀

    Seperti K no Souretsu, tema yang diambil juga nggak biasa (aku sendiri bingung baca review di atas). Jadi pingin baca.. 😛

  2. hoh.. masih binun dg sinopsisku ya? :O wah.. masih harus banyak latian nulis lagi neh T__T
    baru tau kamu jg suka K no souretsu XD
    mau baca? ambil aj di rumah ^^ nyanggong di rak buku tuh.. depan kamer… 😀 tapi balik ya… hihi…

  3. ngambilnya kapan…. ntar disangka maling ama tetanggamu.. XDD

    Kamu ga ol yah? td ak sempet ol YMnya, tapi..sepi..
    Siap2 mau bikin review aaahh.. 😀

  4. emang situ maling kan? 😛 hihi…
    aku gak OL seharian, takut nafsu.. *maksud???* maksudnya nafsu ngelantur dari kerjaan..

    ayo mBe… kutunggu review-mu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s