Review: Bakumatsu Kikansetsu

Judul: Bakumatsu Kikansetsu Irohanihoheto (TV Series)
Episode: 26
Tahun: 2006

Berawal dari keisengan saya melihat gambar INI *tunjuk gambar di sebelah kiri* plus iming-iming bahwa anime ini dijual komplit-plit sampe tamat, saya putuskan membeli anime ini. Secara garis besar, anime ini bercerita tentang Akitsuki Youjiro – seorang Eternal Asassin – yang diutus untuk menyegel kembali Hasha no Kubi (Head of the Conqueror) oleh kepala desanya. Hasha no Kubi ini membawa semacam kutukan “gila perang” bagi orang-orang yang dirasukinya. Di perjalanannya ini, dia bertemu dengan Yuyama Kakunojo , seorang pemimpin grup teater keliling yang ingin membalas dendam kematian orang tuanya kepada Nakaiya Jubei (yang ternyata memiliki Hasha no Kubi). Youjiro pun memutuskan bergabung dengan grup teater milik Kakunojo, dengan harapan ia bisa menemukan jejak Hasha no Kubi. Tapi di grup ini pun dia bertemu dengan Ibaragi Soutetsu, seorang penulis naskah drama misterius, yang rupanya bukan cuma menulis naskah untuk drama, tapi juga menulis naskah sejarah Jepang. Kancah perebutan Hasha no Kubi turut diramaikan dengan kehadiran seorang utusan angkatan laut Inggris, Kanna Sakyounosuke (fyi: dia blasteran Inggris-Jepang).

Mulanya saya kira plot cerita bakal cenderung ke kejadian-kejadian supranatural yang terjadi sehubungan dengan Hasha no Kubi – macem Samurai Deeper Kyo gitu lah. Seakan perebutan Hasha no Kubi itu belum cukup ruwet, anime ini malah mengajak kita mengusut sejarah Jepang pra dan pasca Restorasi Meiji. Ini dikarenakan Hasha no Kubi mencari orang-orang buat dirasuki, dan orang-orang itu tak lain ada di belantara politik Jepang saat itu! Jadi, jangan heran kalau banyak tokoh-tokoh sejarah yang muncul di sini, seperti admiral Enomoto Takeaki, Matsudaira Katamori, Okita Souji, Hijikata Toshizo, sampe Ryoma Sakamoto 😀 yang bukan cuma sekedar lewat, tapi turut berperan dalam jalan cerita.

Artwork di Bakumatsu Kikansetsu cukup lumayan. Character design oke, kostum juga oke. Kalau ada yang mengganjal buat saya itu adalah… si tokoh utama! Sebenernya ini personal sih, tapi karakter Youjiro sedikit banyak mengingatkan saya pada mas Heero Yuy (Gundam Wing) yang gloomy, cuek, dan gak ada bahagia-bahagianya sama sekali. Di satu sisi emang keren sih, tapi gimana-gimana bikin dahi saya berkerut terus kalo liat anime ini. *Tega banget. Udah plotnya berat, tokoh utamanya gloomy lagi* Karakter heroine, Yuyama Kakunojo, cukup lumayan dan – tentu saja – agak mengingatkan saya sama Relena Peacecraft (Gundam Wing) *iya lah, lha wong tokoh utamanya aja kayak Heero* Tapi, tapi…. saya cukup terhibur dengan kehadiran abang Toshi (Hijikata Toshizo), hihi.

Sejauh ini, salah satu pesan yang saya tangkap dari anime ini gak jauh-jauh dari “anti perang”. Bisa kita rasakan korban-korban perang yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga, tanpa suara memprotes “Apa sih gunanya perang? Mengapa harus perang?”. Kita bisa lihat bahkan orang-orang yang “di atas” pun berusaha menghindari terjadinya konflik terbuka, tapi tetap tak kuasa. Selain itu, karena muatan sejarah cukup kental, ada baiknya buka-buka buku tentang sejarah Jepang pasca Restorasi Meiji, karena saya sendiri suka bingung, ini siapa di pihaknya siapa.

Banyak yang bilang anime ini bagus, dan saya setuju. Tapi perlu saya tegaskan bahwa ini anime serius, jadi kalau mau nyantai mending jangan nonton ini. Tambah jutek ntar liat tokoh utamanya *meski keren* Di sisi lain, saya jadi kepikiran. Sudah banyak anime yang mengangkat tema sejarah namun dicampur dengan tokoh/kejadian fiksi sehingga cerita jadi nggak boring. Ada gak ya orang di Indonesia yang kepikiran untuk bikin kayak gitu juga. Katakanlah, temanya Proklamasi kek… G30S/PKI kek… tapi gak dibuat pure sejarah nan boring. I think it’s gonna be cool, right?

Iklan

9 pemikiran pada “Review: Bakumatsu Kikansetsu

  1. Dasyar… mentang2 anak FK, mintanya yang berbau kedokteran begitu… :p
    But tengkyuuu eniwei.. saran anda ditampung! 😀

    kalo TMD, aku baca cuma sampe volume 4 ato 5 gtu.. .kalo yang SAY HELLO TO BLACK JACK itu yang baca temenku. Ntar aku bilangin, kali2 aja mau review, okeh.. okeh..?

  2. sayangnya aku gak ngikutin dorama-nya kangmas….

    hehe…. tapi saya juga bukan anime holic (yah.. gak banget2 deh..)

  3. G30SPKI tapi nggak boring… Hmm…
    Emang pas adegan lubang buaya mau diganti apaan??? *sudah merinding duluan*

    Mestinya yang dibuat filmnya itu peristiwa supersemar, kan penuh intrik tu (sampe sekarang aja nggak ketauan bener nggaknya.. :P)

    Say hello to Black Jack bagus tuhhhh…. 😀

  4. @mbe: lubang buaya diganti “tembok derita” XD

    yah.. udah sono.. buatin review-nya… special request dari kangmas Penggaris 😀

  5. Hahaha….. I love this anime and I love Sakamoto Ryouma (the real historical person)
    Nonton pertama kali lewat saluran tv internet GyaO sekitar tahun 2006 (tanpa teks dan pengertian hanya lewat bahasa jepang ancur dan pengetahuan sejarah doang). Tapi sebulan kemudian dapet versi yang pake teks (fiuuhhhh…. nggak capek kupingku)

    Memang anime ini lebih serius daripada Rurouni Kenshin. Bagi yang kurang ngerti sejarah bakumatsu mending baca-baca dikit supaya pas nonton terasa lebih seru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s