Review: Shonen Shojo Romance

Judul: Shonen Shojo Romance
Manga-ka: Asakura George
Volume: 3 [tamat]

Yap, Asakura George-sensei kembali lagi bersama absurditas cinta. Absurditas itu muncul dalam sosok Uchida Ran – seorang cewek yang terobsesi dengan image “tuan putri” dan terus menanti “pangeran berkuda putih”-nya. Ia kira doanya terjawab waktu di SD, saat ia bertemu dengan Ukyou, cowok pindahan yang tampan dan kaya. Apa mau dikata, Ukyou malah menjahilinya dengan memotong rambut Ran! Siapa sangka, ia kembali bertemu dengan Ukyou waktu SMA. Di sisi lain, Ukyou sebenarnya amat sangat suka dengan Ran, namun tampaknya selalu tendensi sadistiknya yang keluar begitu ia mau menunjukkan rasa sayangnya pada Ran.

Buat saya, ini sebuah shojo manga yang unik. Meski sekilas masalahnya cukup klise, tapi karakter tokoh-tokohnya yang sedemikian rupa sehingga begitu hiperbolis menghadirkan berbagai kekonyolan dan bahkan ketololan orang yang sedang dimabuk cinta. Ada Ran yang berkeras menunggu “pangeran”-nya namun tak bisa mencegah hatinya terpikat pada kekasaran (lebih tepatnya sadisme) Ukyou; dan Ukyou sendiri yang sampai rela belajar naik kuda sampai mengecat rambutnya jadi pirang hanya demi Ran tetapi selalu berakhir menjahili cewek tersayangnya. Cerita tambah “panas” dengan kehadiran rival-rival dari kedua pihak. Apakah pasangan unik ini akan bersatu, atau malah terjebak dalam kucing-kucingan tanpa akhir?

Meski dihiasi humor, saya menangkap suatu ironi yang (mungkin) ingin disampaikan oleh sensei, yaitu bahwa meskipun satu sama lain saling cinta, betapa mirisnya kalau jadinya malah saling menyakiti. Lucu bagaimana masing-masing menganggap dirinya tidak pantas bersama yang lain. Ah, sebagai pembaca saya sering gemes sendiri melihat Unresolved Sexual Tension diantara mereka. Tetapi bukan cinta namanya kalau tidak diperjuangkan! *fight style* Saya spoiler saja yah, cerita ini berujung happy ending *terang lah, masa ngikutin 3 volume cuma buat sad ending?* dengan klimaks cerita yang sinting dan hiperbolik banget.

Sebelum ini, Asakura George-sensei sudah pernah menyapa pembaca di Indonesia lewat “Love Letter” – karya anthology bertema surat cinta – yang diterbitkan Level Comic. Karena itu, saya tidak akan banyak komentar mengenai artwork. Oh, ya, terkadang saya penasaran sebenernya Asakura-sensei ini cewek apa cowok yah? Walau namanya “George”, tapi ada juga yang berpendapat kalau sensei sebenarnya cewek, dilihat dari kanji namanya dan tarikan garis gambarnya. Menurut kalian?

Downloadable: et-caetera (direct download)

Iklan

5 pemikiran pada “Review: Shonen Shojo Romance

  1. Jadi penasaran…
    Eh iya, ternyata di bagian comment emang ada link ke situs web..sori ya ki, ga sadar, he3..
    Tapi aneh juga ya. Meskipun ada link ke sini, kan mestinya aku tetep diitung guest, bukan mod.. :3

    Baru dateng..pagi2 sarapan mi cup lagi… *ga penting*

  2. hehehe.. engkau terlalu sanguin seh. sebaliknya, kayaknya aku tambah melankolis neh, suka memperhatikan hal2 gak penting T___T

    jangan sering2 sarapan cup noodles deh. mending sering2 traktir aku ajah.. hehehe…

  3. Apa? Aku terlalu sanguin??? Asyik… (padahal kan tambah ceroboh ya, he3..)

    Aku bikin blog baru.. (kamu pasti geleng2..). Yang di blogspot mau aku hapus. Bete soalnya.. :((
    Traktir?? Boleh, boleh… 😛

  4. ahehehe… XD
    Eh, mampir blogku yang di nikencorner.wordpress.com ya! KAsi komen tentang postnya yg ga jelas.. He2.. XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s