Review: Sex Pistols

Judul: Sex Pistols (aka: Love Pistol)
Manga-ka: Kotobuki Tarako
Volume: 5 [ongoing]
Penerbit: BLU (US)

Bagaimana jadinya kalau monyet dan kucing disilangkan? Kemudian anak hasil persilangan ini disilangkan lagi dengan jaguar, yang bersaudara dengan buaya, ular, dan macan? Saya sarankan, JANGAN PERNAH membiarkan seorang manga-ka yaoi bermain-main dengan teori Darwin, karena hasilnya adalah manga yang gila, orisinil, dan unik.

Menurut Teori Darwin, manusia berevolusi dari monyet. Menurut manga ini, bukan cuma monyet saja yang berevolusi. Binatang-binatang lain seperti macan, kucing, anjing, beruang, juga turut berevolusi menjadi manusia. Manusia-manusia hasil evolusi ini disebut madararui, karena meskipun secara fisik tampak seperti manusia, jiwa animalistik mereka tetap ada. Biasanya perkawinan terjadi antar madararui, tetapi ada ras campur antara madararui dengan homo sapien (kaum madararui menyebutnya “monyet”). Biasanya, keturunan madararui dengan monyet akan cenderung mengikuti sifat monyet, tetapi mungkin juga karakteristik madararui bangkit dari seorang monyet keturunan, yang disebut retrograde/senzogaeri (returner to ancestry).

Tsuburaya Norio tidak pernah dan tidak perlu mengetahui semua hal di atas. Sampai suatu ketika ia mulai melihat manusia dalam penampakan hewan. Sampai suatu ketika orang-orang di sekelilingnya mulai “mengincar”-nya sebagai obyek pelecehan seksual. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Madarame Kunimasa, yang seenaknya menunjuknya sebagai “calon ibu dari anak-anakku”. Yak, benar sekali, ternyata Norio adalah seorang retrograde dari jenis yang langka! Alhasil, banyak madararui yang mengincarnya sebagai sasaran persilangan – yah, “persilangan” itu cuma istilah halus dari reproduksi. Hmm.. mampukah Norio menolak Kunimasa?

Waktu pertama kali membaca sinopsisnya, terus terang saya gak nafsu, karena jujur aja I’m not into animal porn. Tambah lagi, dari sekilas melihat covernya, tidak ada bishounen di situ. Tapi setelah membaca “Concrete Garden”-nya Kotobuki-sensei, saya tertarik dengan gaya artwork sensei yang unik. Kalau boleh bilang, avant garde. Okelah, saya coba baca satu volume. Sadar-sadar, saya sudah tak sabar nunggu volume 5. Alur ceritanya sendiri tidak membosankan, karena subyek cerita berkisar diantara kaum madararui, meski tetap berpusat pada Norio dan Kunimasa. Karakterisasi dari kedua tokoh utama ini berkembang dengan manis. Tokoh-tokohnya juga menarik, ada Madarame Yonekuni, kakak Kunimasa yang anti-cowok (padahal dia sendiri cowok!), lalu ada Kumakashi-senpai, seorang “beruang” yang mencari cinta, kemudian ada keluarga Madarame/Tokashiki yang punya silsilah keluarga aneh bin ajaib.

Satu hal lagi yang “menyelamatkan” manga ini adalah penjabaran detail latar belakang komunitas madararui mengenai strata spesies, karakteristik, sampai cara reproduksi! Terkadang sebuah ide yang kedengarannya “payah” atau “maksa” bisa jadi menarik karena adanya penjabaran yang lengkap dan pengembangan cerita yang mantap. Ambil contoh “Animal X”, yang mengambil tema dinosauroids. Yang ini malah lebih gak napsu lagi pertamanya. Tapi kalau dipikir-pikir, dasar plot kedua manga ini gak jauh beda, yaitu… (lagi-lagi) reproduksi! Memang sih, kalau ngambil tema tentang “spesies langka” pasti hubungannya dengan “pelestarian spesies”.

Kesimpulannya, manga ini bisa jadi manga yang menarik sekali atau payah sekali, tergantung dari sisi mana melihatnya. Bagi yang ingin mencari cerita yang unik, manga ini bisa dicoba. Nevermind the bollocks, here comes the sex pistols! 😀

Downloadable: Free Manga

Update: review Sex Pistols OVA bisa dibaca di sini.

Iklan

7 pemikiran pada “Review: Sex Pistols

  1. ki aku bersyukur dirimu bilang

    terus terang saya gak nafsu

    kesimpulan tepat pren!
    tapi puji syukurku mandek seketika saat baca

    saya sudah tak sabar nunggu volume 5

    haduh kik genre komik senenganmu kok makin aneh :d
    btw, bishounen tuh apaan ?

  2. *NgakakGulungGulung*

    sepurane nit 😀 habis, ceritanya menarik sih. Gila pulak!
    bishonen itu… bishonen itu… cowok.. cantik! beneran!

  3. Btw, manga ini udah nyampe chap 29 versi scanlationnya… Masih ngikutin kah?

    On the side note, salam kenal! 😀

    • hai che ^^ salam kenal juga.
      Masih ngikutin lah 😀 tapi blum ada kabar lagi setelah chap 29. Disayangkan juga karena kayaknya kualitas gambar Kotobuki-sensei rada menurun. tapi, saya tetap setia sama mas Kunimasa kok ^^ hihi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s