Review: Concrete Garden

Judul: Concrete Garden
Manga-ka: Kotobuki Tarako
Volume: 1 [tamat]
Penerbit: Magazine Zero / BeBoy Comics [Japan]
Tahun: 2000

Toki isn’t the one eating humans. We are the ones who are sharing food. Humans feeding on humans.

Sebagai ‘hadiah’ kelulusannya, Kashii Kiyoharu diberi tahu bahwa mendiang kakeknya melakukan penelitian tentang gen malaikat. Penelitian ini bahkan sudah membuahkan hasil, yaitu seorang klon malaikat yang bernama Toki. Tugas Kiyoharu sederhana. Cukup mendampingi Toki sebagai ‘teman’-nya. Tampaknya mereka lupa memberi tahu bahwa spesies ‘malaikat’ punya selera makan yang aneh. Makanan mereka tak lain adalah… manusia.
Lewat Concrete Garden, Kotobuki-sensei menghadirkan pertanyaan “Jika manusia boleh memakan hewan dan tumbuhan karena manusia ada di puncak rantai makanan sebagai makhluk paling superior, lalu kenapa malaikat – yang notabene lebih superior dari manusia – tidak boleh memakan manusia?” Antara rasionalisme Toki dan humanisme Kiyoharu, siapa yang akan menang?

Sayangnya, kita tidak akan menemukan jawabnya di sini, karena cerita berakhir terlalu cepat. Bahkan klimaks cerita pun membuat saya cukup keki, karena ternyata dari awal yang jadi masalah bukanlah sebuah pertanyaan filosofis mengenai humanisme, melainkan sebuah ekspektasi biologis tentang reproduksi. Ini semua adalah demi memurnikan gen malaikat, mencapai ‘kesempurnaan’ yang sempurna.
!spoiler alert!
Ternyata oh ternyata, tujuan Kiyoharu dibawa ke lembaga penelitian bukan semata-mata untuk dijadikan teman Toki, bukan juga karena ia adalah cucu profesor yang ‘menciptakan’ Toki, tetapi karena Kiyoharu adalah pemilik gen malaikat ‘betina’ yang dimaksudkan sebagai pasangan Toki. Karena gen malaikat hanya bisa bertahan apabila kedua induknya adalah malaikat, maka kakek Kiyoharu menanamkan gen malaikat betina ke rahim anaknya, yang adalah ibu Kiyoharu.
!spoiler alert!

Saya mencoba maklum bahwa manga ini hanya dimaksudkan sebagai one-shot, tetapi rasanya kalau ide ini bisa dikonsep menjadi lebih matang, bisa jadi serial yang bagus menurut saya. Lagipula, akhir cerita meninggalkan banyak pertanyaan yang tidak terpuaskan hanya dengan 68 halaman saja. Oke, sebelum ada yang mencak-mencak karena ini baik malaikat maupun kloning adalah topik sensitif, mari kita lihat cerita ini dari sisi lain. Manusia selalu mengidamkan kesempurnaan, bahkan lebih. Manusia ingin “menguasai” kesempurnaan.  Di sini kesempurnaan itu datang dalam sosok Toki, si malaikat. Toh, terbukti, manusia itu hanyalah serangga yang mendekati api.

Secara umum, artworknya enak dilihat. Atau lebih tepatnya, bisa dilihat. Bagus sekali sih tidak, tapi kesan unik langsung terasa. Penggambaran karakter cowok terkesan keras dan jantan, yang biasanya tidak saya suka, justru menjadi hal yang saya sukai di karya Kotobuki-sensei. Temen-temen yang suka dengan bishonen tulen mungkin tidak begitu suka dengan desain karakternya, karena yang ada hanya cowok tulen di sini (Kiyoharu sendiri lebih tepat didefinisikan sebagai cowok lembut daripada bishonen). Kadang juga terganggu dengan kesan misproporsi, contohnya perbedaan ukuran yang terlalu jauh antara Kiyoharu dan Toki. Tetapi saya suka garis-garisnya yang tegas, bersih, namun tetap terkesan avant garde. *Halah, mulai ngelantur ini*

Bagi saya, Concrete Garden adalah perkenalan pertama yang berkesan dengan Kotobuki Tarako-sensei. Style yang unik, cerita yang sinting; Kotobuki-sensei sudah punya modal untuk menyeret saya ke “kencan kedua”.

Catatan: Concrete Garden terbit sebagai tankoubon bersama cerita Clokdown. Namun di sini saya hanya membahas Concrete Garden saja.

Downlodable: Obsession, Mangatraders, Free Manga LJ Community

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s