Review: Camelot Garden

Judul: Camelot Garden
Manga-ka: Yuki Kaori
Volume: 1 [tamat] – oneshot
Penerbit: Betsuhana Magazine [Japan]
Tahun: 2008 [Japan]

She look’d down to Camelot.
Out flew the web and floated wide;
The mirror crack’d from side to side;
‘The curse is come upon me,’ cried
The Lady of Shalott.
– “Lady of Shalott” by Alfred Tennyson –

Ketika membuka mata, Ryu terbangun di Camelot Garden. Di dunia yang merupakan personifikasi kartu remi itu, Ryu eksis sebagai pengganti kartu enam sekop yang mati terbunuh oleh Joker. Selain namanya, satu-satunya yang Ryu ingat adalah ia harus mencari seorang gadis bernama Claribel. Yah, di dunia itu memang ada Claribel, tapi Claribel adalah seorang cowok! Claribel di sana adalah “White Card”, satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan luka semua penghuni Camelot Garden. Bersama Claribel dan Gideon si Raja Sekop, Ryu bertekad memecahkan misteri Camelot Garden, dunia di mana mereka dilarang melihat wajah junjungan mereka, Lord Adonai.

Di karya terbarunya, Yuki Kaori-sensei kembali memukau saya.. lewat sebuah oneshot! Personal saja, biasanya tidak banyak oneshot karya Yuki Kaori-sensei yang saya suka (paling banter Bloodhound dan Boys Next Door), karena kok saya merasa sensei berusaha menjejalkan begitu banyak hal sedangkan jatah halamannya tidak banyak. Tampaknya hal ini tidak berlaku untuk Camelot Garden. Plotnya jelas, tidak terburu-buru, dan diakhiri dengan pas pula. Mungkin karena manga ini cukup panjang untuk ukuran oneshot (total 92 halaman)? Mungkin karena ceritanya juga tidak rumit-rumit banget? Entahlah. Yang jelas, manga ini cukup “kena” buat saya. Saya suka sekali ide menggabungkan antara dunia kartu dengan puisi Lady of Shalott-nya Tennyson. Hehe, kalau mau iseng sih, setting cerita ini lumayan bisa dikembangkan jadi game RPG, soalnya ada sistem “naik-turun tingkat”, healer, dan “job description“.

Masalah artwork, saya no comment. Mau ngomong apa lagi? Yuki Kaori gitu loh! 😀

Downloadable: Mangatraders, Aerandria

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s