!Crap: narsis (lagi)

Lapar. Kelaparan ini sampai menembus rongga dada. Ratusan kupu-kupu kecil yang menempati perutku melesat pindah menghuni rongga dada. Aku lapar. Perut dan jiwaku.
Setitik air jatuh. Aku menangis?
Angkasa begitu tinggi terpijak, dan seseorang di sini mengais-ngais demi sebuah jawaban atas sejumput kerinduan yang tertinggal baginya. Tanya telah melahirkan seberkas prasangka, ibu bagi gaung dengungan lebah abadi di sepasang telinga.
Berpikir dirinya. Untuk mengundang angin membawa pergi air matanya. Untuk memanggil guntur biar menyambar dirinya.
Cantabile. Mulut ini tak bisa berhenti bernyanyi, menemani bibir yang terus mengucap kata-kata tanpa arti. Bagai kutukan sepatu merah. Nada-nada duniawi menguap dari ujung jemari. Aku mengejar solmisasi celestial yang menyusun rangka semesta.
Menutup mata. Menyesali sisa air mata yang tak sempat menghantui bumi. Ditutupi sepasang sayap hitam yang aus dimakan rayap. Tertidur dalam buaian dosa.

————————————————————————————

Karya lama. Iseng aja tulis-tulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s