Review : The Janissery Tree

Judul : The Janissery Tree
Pengarang : Jason Goodwin
Tahun : 2006

Satu hal yang membuat saya tertarik untuk membeli buku ini adalah istilah “novel detektif” yang nangkring dengan manisnya di sampul depan novel berwarna ungu terong tersebut. Meski sempat ragu karena latar belakang negara Turki yang digunakan (saya biasanya sering mumet kalau membaca sesuatu yang berhubungan dengan Timur Tengah dan sebagainya), toh buku itu tetap juga berpindah tangan ke tangan saya.
Dan, ALHAMDULILLAH, saya nggak menyesal membeli buku ini *senyum bahagia*

Cerita bersetting di Istanbul, Turki, sekitar tahun 1830-an. Sudah sepuluh tahun sejak pemberontakan pasukan militer Istanbul terjadi, dan Istanbul pun menjadi makin sibuk. Sebagai kota yang merupakan salah satu titik pusat perdagangan dunia, Istanbul menjadi magnet banyak negara untuk melakukan kerja sama dalam perdagangan.

Kisah dimulai ketika Yashim, seorang kasim, dipanggil untuk menangani dua kasus sekaligus : hilangnya 4 perwira pasukan militer kesultanan (Garda Baru) dan misteri matinya seorang calon selir dari harem istana. Sebagai seorang kasim yang telah memiliki banyak pengalaman, Yashim memiliki kelebihan yang diakui oleh pihak istana : pengetahuannya yang luas, dan kehadirannya yang tidak pernah mencolok, sehingga memudahkannya untuk bergerak mencari informasi.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Yashim pun bergerak perlahan untuk memecahkan kedua misteri tersebut. Apalagi satu demi satu perwira militer yang hilang itu ditemukan tewas mengenaskan.

Perjalanannya dalam menemukan jawaban mengantarnya pada suatu kemungkinan baru : bahwa semua pembunuhan perwira-perwira militer tersebut dilakukan oleh mantan pasukan militer kesultanan yang bernama Yenicheri. Pasukan Yenicheri diluluhlantakkan oleh kesultanan sekitar sepuluh tahun sebelumnya, ketika mereka melakukan pemberontakan kepada kesultanan.
Apakah benar Yenicheri berada di balik semua pembunuhan itu? Lalu apa pula penyebab kematian si calon selir yang telah disebutkan sebelumnya? Mungkinkah ada hubungan antara kematian empat perwira militer tersebut dengan kematian si calon selir?

Seperti sudah saya bilang, saya mengharapkan sebuah kisah detektif di buku ini, dan saya menemukannya. Cara buku ini bercerita mungkin tidak sama dengan novel detektif lain yang sering saya baca, tapi saya cukup menikmatinya. Di buku ini ada suatu proses mencari, mengumpulkan petunjuk, dan menganalisa : rincian kegiatan yang dilakukan seorang detektif.
Yashim, sebagai tokoh utama dalam buku ini, benar-benar mencuri hati saya. Sejak awal dia sendiri mengakui bahwa dia hanya setengah laki-laki : dia tidak sempurna. Toh, di perjalanannya mencari kebenaran, dia menyadari bahwa seorang kasim pun bisa berbahagia (dia bertemu dengan seorang Rusia yang memikat.. Hmm…nakal yah Yashim…). I love him!

Selain Yashim, dan juga alur ceritanya, yang saya suka dari novel ini adalah selipan kisah-kisah sejarah mengenai Istanbul dan pertempuran yang terjadi. Saya tidak begitu tahu tentang sejarah, tapi bisa saya bilang kalau saya cukup percaya dengan rentetan kisah yang dipaparkan oleh Goodwin.
Yang mungkin agak mengganggu bagi saya adalah terjemahan dari buku ini (ada beberapa istilah yang saya bingung artinya, dan kadang-kadang ada kalimat yang rasanya kurang pas). Selain itu, saya juga agak bingung membaca penggambaran daerah-daerah atau lokasi di dalam cerita. Tentu saja, bukan berarti Goodwin jelek dalam menggambarkannya. Mungkin saja saya yang kurang punya imajinasi dalam membayangkan lokasi di kota seperti Turki, hehehe…..

Oiya, satu lagi yang agak mengganggu buat saya : endingnya! Meski akhirnya dijelaskan bahwa si Mr. X lah dalang dari semuanya (rahasia ya, hehe…), tapi penjelasannya terlalu singkat!!! Masa cuma dijelaskan dalam satu scene antara si Yashim dan ibu suri (kalo di novel namanya valide sultan)? Kurang mantap deh menurut saya…. Mestinya dia bisa menggambarkan seberapa kompleks konspirasi kejahatan yang dilakukan.

But overall, saya puas terhadap novel ini. Tadinya saya mau nyicil novel ini selama beberapa hari (karena kepikiran team building), tapi ternyata 2 hari dah kelar, hehehe…. Buat mereka yang suka novel detektif, rasanya ini bisa jadi salah satu bacaan yang mengasyikkan.

Note :
Akhirnya…akhirnya bisa update juga di crappu, hehehe…

Iklan

9 pemikiran pada “Review : The Janissery Tree

  1. kik aku tertarik ma sejarah mengenai istanbul dan segala kemelut yang terjadi disana, tapi persoalannya aku bisa baca dimana ya ? biar lepas dari segala subyektifitas penulisnya hehe mana ada ? sejarah yang tercatat di koran atau buku ma syarat kepentingan dari siapa yang berkepentingan hoho.

  2. Sejarah Istambul yah… kalo tepatnya sih aku gak tau, tapi kalo yang menter2… aku pernah baca “Balthasar’s Odyssey” (meski gak sampe tamat. Rada boring2 piye gituh), itu dia ambil setting cerita di Turki tahun 1665-1667. Sejauh yang aku baca, aku cukup nangkep lah, gambaran multikulturnya masyarakat Turki (tapi kamu kalo mo nyari kekhalifahan, kayaknya bukan di sana).

    just for a note: yang nulis buku itu orang Katolik (meski namanya Amin Maalouf). Tapi kalo buat referensi sejarah, mungkin bisa ^^

  3. hmmmm
    detektif y
    ki
    pernah baca twilight?
    vampir2 gtu
    ada romannya juga
    katae temenku apik
    tapi kok….
    bacaen ki
    ntar omongono apik tah g
    :d

  4. hehehe.. makasih udah menyukai bukunya ^^
    kayaknya aku juga kudu makasih ke mBe (Niken) yang udah mereview buku ini *hehe.. yang review bukan aku jreng, tapi Niken!*
    Aku juga pengen baca soale 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s