Review: watashi no… megane-kun

Judul: watashi no… megane-kun
Manga-ka: Sumoto Amu
Volume: 7 [tamat]
Penerbit: Shogakukan
Tahun: 2002

Loving you… until everything has become a convoluted state.

Kalimat pertama yang terlontar selesai membaca manga ini: SAKIT JIWA.

Chouko dan Taichiro (Megane-kun) hidup bertetangga. Meski selalu satu sekolah, keduanya bukan sahabat karib. Chouko menyukai Megane-kun sejak kecil, namun apa dikata, terakhir kali berpapasan di sekolah, kalimat yang meluncur dari mulut Megane-kun adalah “Aku benci sekali padamu, sampai-sampai aku ingin membunuhmu.“. Tentu saja Chouko down. Sampai suatu hari, senior Chouko menyatakan cinta padanya. Di tengah kebingungan, Megane-kun tiba-tiba turut menyatakan cinta juga. Jelas, Chouko memilih Megane-kun. Happy ending? Tidak. Chouko dan Taichiro harus berkelut dengan masalah terbesar mereka: obsesi mereka terhadap satu sama lain.

Kisah tentang cinta obsesif sudah sering saya baca. Tipikalnya, sih, entah si cewek atau si cowok yang obsesif terhadap pasangannya. Nah, bagaimana kalau dua-duanya sama-sama obsesif? Inilah yang menjadi poin di manga ini. Bagaimana sebuah hubungan itu tak cukup hanya “cinta”. Setidaknya, itu berlaku untuk sebuah hubungan yang sehat, yang jelas tidak dimiliki Chouko dan Megane-kun. Sekilas, mungkin kelihatannya Megane-kun yang lebih berperan sebagai manipulator dalam hubungan ini dan Chouko “korban”-nya. Tetapi kalau ditelusuri, Chouko pun punya andil sebagai manipulator, dengan caranya sendiri. Jujur saja, saya gregetan membaca manga ini. Kalau ada yang mencari referensi praktis tentang istilah “jatuh cinta, dunia milik berdua” atau “cinta buta”, di sinilah tempatnya. Memang sih, tetap ada momen-momen manis khas orang pacaran, tapi tetap dalam frame obsesivitas.

Untunglah, aspek grafisnya tidak mengecewakan. Yah, mungkin tidak yang “wow” begitu, tetapi cukup bagus dan bisa dinikmati mata. Terutama buat pembaca cewek. Meski begitu, rating manga ini adalah mature, karena, seobsesif apapun, baik Chouko maupun Megane-kun adalah cewek dan cowok normal secara biologis. Namun sejauh ini, saya nilai scene-scene tertentu itu hanya sebagai pelengkap cerita.

Secara garis besar, manga ini membuat saya baik gregetan maupun penasaran. Gregetan melihat hubungan Chouko dan Megane-kun yang begitu siklikal (baca: muter-muter gak karuan), dan penasaran mengetahui akhir dari hubungan mereka yang begitu rapuh ini. Akankah mereka tetap seperti itu sampai akhir, ataukah akhirnya beralih ke hubungan yang lebih sehat?

Downloadable: Ochibiscan, Mangatraders

Iklan

13 pemikiran pada “Review: watashi no… megane-kun

  1. lho, ini josei/shoujo atau seinen/shonen ya? ga jelas gitu? πŸ˜›

    belum baca sih. kalo liat komentarnya “sakit jiwa” gitu tentang manganya, jadi drop untuk motivasi bacanya. πŸ˜›

  2. hai… lama tak jumpo! ^^

    Ini shoujo manga sih. Haha… kayaknya kayaknya salah taktik review yah? Habisnya, gregetan sih baca manga ini dan aku gak nemu istilah lain yang cocok menggambarkan pasangan aneh ini.

    Cuma ya itu, antara gregetan dan tertarik. Aku masih menanti lanjutannya juga πŸ˜€

  3. Huee… aku dah tamat baca ini xD
    Tapi emang suka banget bacanya. Scanlation seh emang masih on going, aku baca raw-nya jadinya, ga tahan seh penasaran.
    Wicked Love, sakit jiwa juga kali ye… tingkat posesivitas yang intense. Bikin bacanya sambil dokidoki juga >_<
    Seperti kalimat yang ada di situ “His kisses is the sweetest poison.”

  4. hue.. udah tamat???
    gimana akhirnya? Errm.. aku gak suka spoiler sih, tapi penasaran… T__T erm…tapi akhirnya happy ending pa gak? mereka tetep sama2?
    Aku gak ngerti bahasa jepang sih, tapi kira2 kalo baca raw-nya masih nyambung gak ya? Kamu bisa bhs jepang?

    hihihi.. meski agak2 smut, tapi memang bikin doki2 πŸ˜€

  5. wahhhh… penggemar anime berat nih kayaknya…
    sayang aku ndak begitu suka, tapi temen sekantor ada yang kegilaan sampe2 bw kantor kadang down gara2 dia nonton di youtube / metacafe… πŸ˜€

    btw salam kenal ya crappucino, kalo ada waktu mampir ke http://www.ndri.info CU around!

  6. manga romance yah? rada males baca.
    Lebih prefer yang bau2 psikologi thriller kayak Neon Genesis Evangelion atau misteri-horor kayak Blood+

    Kalau lagi suntuk yang rada bau sejarah model Vagabound dan Rurouni Kenshin juga dilalap koq πŸ˜›

    • Hehe… dulu bacanya juga scanlation πŸ˜€ eh ini temennya mb niken yah. Kenalkan, saya kiki, partner in crime-nya mb niken di blog ini ^^

  7. hahaha..ketawa ngakak deh baca reviewnya…emang sarap nih komik. Tapi klimaks cerita memang cukup mengejutkan/unexpected..lumayan sih ikut sedih juga T_T..tapi Megane-kun ganteng bangetttt heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s