Review: Sherlock Holmes

Judul  : Sherlock Holmes
Pemain  : Robert Downey Jr, Jude Law, Rachel McAdams
Tahun  : 2009
Sutradara  : Guy Ritchie

Ketika saya melihat trailer film ini mulai beredar sekitar bulan Oktober 2009, saya sudah berjanji dalam hati bahwa saya harus menonton film itu, tidak peduli sesibuk apapun saya pada minggu film tersebut keluar. Wajar saja, mengingat minat saya yang cukup besar untuk film dan buku berbau detektif, dan juga mengingat film tersebut bercerita mengenai salah satu detektif favorit saya.
Film dibuka dengan penangkapan Lord Blackwood, salah satu tokoh masyarakat yang tertangkap basah melakukan upacara ritual yang berkaitan dengan kekuatan gelap. Lord Blackwood dituduh bersalah atas pembunuhan berseri terhadap beberapa orang sebelumnya, dan dijatuhi hukuman mati atas kesalahannya. Yang menangkap, tentu saja, Sherlock Holmes dan partner setianya, John Watson.
Tertangkapnya Lord Blackwood ternyata hanya merupakan pembuka dari serangkaian peristiwa aneh yang kemudian dihadapi Sherlock. Dimulai dari kemunculan mendadak Irene Adler, wanita luar biasa yang sudah mengecohnya beberapa kali, yang kini meminta bantuannya untuk mencari seseorang. Belum selesai menyelidiki apa tujuan Irene, Sherlock sudah dihadapkan dengan berita bangkitnya Lord Blackwood dari kubur, hanya berselang sehari setelah ia mendapatkan hukuman mati.
Sebagai seseorang yang percaya kepada logika, Sherlock mengalami kesulitan untuk dapat menjelaskan rentetan kejadian tersebut secara logis. Terlebih ketika selanjutnya, berturut-turut beberapa tokoh penting dalam parlemen Inggris mulai terbunuh, persis seperti pesan Lord Cornwell sebelum ia menghadapi hukuman matinya.
Lalu apakah sebenarnya yang terjadi? Benarkah Lord Cornwell berhasil bangkit dari kuburnya? Dan apakah memang kekuatan gelap telah menguasai kota London?
Saya rasa saya tidak perlu menyelesaikan ceritanya, karena saya yakin, hampir semua orang di Indonesia sudah menontonnya. Rasanya nggak seru menceritakan apa yang orang lain sudah ketahui 😛
Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa saya puas dengan film ini. Sangat, sangat puas. Dan tentunya, rasa puas itu bisa timbul karena beberapa hal.
Pertama, saya suka plotnya. Plot yang teratur, menarik, mengejutkan dengan elemen-elemen humor yang tepat, membuat saya tidak bosan menonton film ini untuk kedua kalinya. Sesuatu yang saya harapkan dari sebuah film mengenai detektif.
Kedua, para pemeran karakter utama, dan karakter itu sendiri. Acungan jempol saya berikan ke Robert Downey Jr dan Jude Law. Buat saya, mereka adalah Sherlock Holmes dan John Watson yang sesungguhnya. Tentu, apa yang digambarkan di film tidak sama persis dengan apa yang saya tangkap di novel, namun justru itu yang membuatnya lebih hidup. Saya suka bagaimana Sherlock merasa sedih dan terancam dengan rencana kepergian Watson, namun tidak dengan gamblang mengakuinya, dan malah membuat strategi-strategi konyol untuk menggagalkan rencana tersebut. Sebaliknya, Watson terlihat sangat lucu ketika terus mengikuti Sherlock dalam penyelidikan, meski ia berkali-kali mengatakan bahwa ia tidak akan membantu Sherlock lagi menyelesaikan kasusnya.
Ketiga, dan hal ini bahkan membuat saya sendiri kaget, karena Rachel McAdams berperan sebagai Irene Adler. Entah bagaimana, saya tersihir dengan kecantikan dan pesona yang dipancarkan Rachel sebagai seorang Irene Adler. Saya mengagumi kecerdasan dan rasa percaya diri yang ditampilkan oleh Irene, dan buat saya, Rachel McAdams sangat pas untuk memerankannya. Ini pertama kalinya saya bisa merasa terkesan pada seorang tokoh pembantu di sebuah film, dan saya menaruh hormat pada Rachel McAdams karena bisa membuat saya merasa seperti itu.
Sebagai sentuhan akhir, musik yang tepat dan background lokasi yang indah melengkapi film ini sebagai film terbaik tahun 2009 yang pernah saya tonton. Saya puas, dan harapan saya terpenuhi. Apalagi yang bisa diminta dari sebuah film jika penontonnya sudah puas akan semua aspek di dalamnya? 😀

Iklan

4 pemikiran pada “Review: Sherlock Holmes

  1. Ah, when you said you’re preparing a movie review, it turns out THIS! XD~ surprise me. Sherlock Holmes gitu lowh! Good joob mbe… ayo.. mari kita lebih semangat lagi buat ngidupin Crappu! o(^^)o

  2. hehehe…soalnya yang paling berkesan (dan juga paling akhir ditonton di bioskop ya Sherlock Holmes sih.. XP). Sipp..mari kita hidupkan crappu! YEAH! 😀

  3. Robert Downey Jr merusak imajinasi gw tentang sosok Seorang Sherlock, 😀

    ketika pertama liat poster filmnya, gw pikir Jude Law adalah Sherlock dan Downey adalah Watson. tapi ini cuma secuil keluhan tidak berarti karena filmnya sendiri memang bagus

    dan gw setuju soal Rachel McAdams dan Irene Adler. 😀

  4. aq suka tokoh sherlock holmes, pas banget! dan di film ni kerasa banget gimana sayangnya watson ke holmes!
    hebat banget Robert Downey Jr bisa memerankan sherlock yang nyentrik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s