Review: Hyakkiyakou Shou

i217916

Judul: Hyakkiyakou Shou (Selected Pandemonium)
Manga-ka: Ima Ichiko
Volume: 24 [ongoing] (scanlation: ongoing)
Penerbit: Asahi Sonorama (jpn) 
Tahun: 1995

Ritsu adalah seorang siswa SMA yang memiliki kekuatan supranatural. Meski begitu, kekuatannya lebih seperti kutukan bagi Ritsu. Entah itu untuk menyelesaikan urusan almarhum kakeknya (yang juga punya kekuatan supranatural) atau sedang sial karena bersilang jalan dengan makhluk gaib (youkai), Ritsu tak pernah lepas dari gangguan. Dengan bantuan youkai pelindung dan sepupunya, Ritsu berusaha bertahan hidup dari gangguan youkai sambil tetap menjalani hidupnya di dunia manusia.

Hadir dengan format standalone chapters, ini bukan manga di mana sang pemeran utama memiliki misi tertentu untuk dicapai. Saya menganggap ini adalah “slice-of-life”-nya genre horor, sebuah manga yang menggambarkan bagaimana orang-orang dengan kemampuan supranatural hidup dan bagaimana kemampuan mereka mempengaruhi aspek sosial di dunia manusia. Dalam setiap cerita, Ritsu tidak selalu menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia dari invasi youkai. Dia bisa saja hadir sebagai orang yang sedang sial karena kebetulan berinteraksi atau menarik youkai. Bahkan dalam cerita-cerita tertentu, satu-satunya tujuan Ritsu adalah bagaimana menyelamatkan diri dan kembali dengan selamat ke dunia manusia. Menurut saya, cerita prolog The Ceremonial Guests adalah kisah yang merangkum dan melambangkan atmosfer keseluruhan volume Hyakkiyakou Shou. Saya suka sekali karena di sini aspek horornya bukan pada saat menghadapi serangan youkai, tetapi lebih pada ketidakpastian situasinya itu sendiri. Apakah kita masih berada di dunia manusia atau batas itu telah terlanggar? Apakah orang yang mengelilingi kita masih manusia? Terkadang batas antar dunia begitu buram dan tahu-tahu kita sudah terdampar di dunia lain.

Sebagai cerita dengan atmosfer sureal, Hyakkiyakou Shou memiliki karakter yang sangat realistis. Penggambaran Ritsu sebagai seorang asosial (atau tepatnya ‘menakutkan’) dan tidak begitu berprestasi di kehidupan nyata terasa begitu wajar. Maksud saya, bagaimana Ritsu bisa berkonsentrasi jika setiap 5 menit selalu ada youkai yang mengalihkan perhatiannya, memintanya untuk melakukan ini-itu atau sekedar mencoba untuk menjebaknya? Karakter youkai-youkai di sini juga menarik. Mereka digambarkan dengan sesedikit mungkin simpati terhadap manusia, bahkan terhadap majikan mereka sekalipun. Bagi youkai, ikatan majikan-pelayan dengan manusia hanya didasarkan pada kenyataan bahwa orang itu mampu mengalahkannya, sehingga untuk tidak dibunuh, si youkai bersumpah untuk menjadi pelayannya. Youkai favorit saya adalah Blue Storm. Blue Storm sebenarnya adalah pelayan kakek Ritsu, namun ditugaskan menjaga Ritsu setelah sang kakek meninggal. Ketika Ritsu bertanya apakah Blue Storm pernah ingin membunuhnya terlepas dari sumpahnya, ia menjawab: “Perjanjianku adalah dengan kakekmu, jadi jika ada orang yang kubunuh, itu adalah dia”.

Seperti biasa, Ima Ichiko tidak mengecewakan saya saya dengan penggambaran karakternya yang kompleks, terlepas dari fakta bahwa Hyakkiyakou Shou tidak memiliki grand-plot alias tidak ada ‘final archenemy’ untuk dikalahkan. Dari segi plot, pembaca hanya diajak untuk mengikuti kehidupan Ritsu dari SMA sampai kuliah. Bahkan sampai sekarang manga ini belum tamat. *hiks!*  Biasanya saya tidak suka manga yang gak tamat-tamat, tapi manga ini adalah salah satu pengecualian. Kekurangan manga ini – jika bisa disebut ‘kekurangan’ – adalah segi desain karakter. Manga ini dikalsifikasikan sebagai “josei manga” alias ditujukan untuk (wanita) dewasa, jadi desain karakternya tidak glamor dan bertabur cowok/cewek cakep. Pembaca yang suka bishonen (termasuk saya!) akan kesulitan menemukan cowok-cowok macam itu di sini. Di luar itu, artwork – termasuk ilustrasi rumah, kimono, dan youkai – dikerjakan dengan bagus dan oke punya.

Sekedar catatan, sudah beberapa tahun sejak saya mulai membaca Hyakkiyakou Shou namun tidak kunjung saya review karena biasanya saya tidak me-review serial yang belum tamat. Tetapi menimbang bahwa sampai sekarang manga ini masih ongoing dan setelah 8 volume alur ceritanya juga tidak berubah, saya putuskan untuk review. Hitung-hitung menginformasikan kepada pecinta manga di Indonesia bahwa ada manga yang layak baca. *halah bahasamu!* So, kalau kamu suka manga horor dan sedang butuh bacaan ringan, Hyakkiyakou Shou adalah pilihan yang tepat.

catatan: translated, edited, and X-posted from my review on Stochastic Manga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s