Review: Stoker

(Hiks, review telat sih. Sekalian menuntaskan draft yang terkatung-katung di wordpress….selama 2 tahun! >.<)

Stoker_teaser_poster

Judul: Stoker
Pemain: Mia Wasikowska, Matthew Goode, Nicole Kidman
Tahun: 2013
Sutradara: Park Chan-wook

Di ulang tahunnya yang ke-18, India Stoker mendapat kabar duka: ayahnya meninggal dalam suatu kecelakaan misterius. Di pemakaman, India baru tahu ayahnya punya seorang adik lelaki, yang mengenalkan dirinya sebagai Paman Charlie. Paman Charlie yang selalu keliling dunia sekarang memutuskan untuk menetap lebih lama di rumah bersama India dan ibunya. India mungkin tidak punya hubungan emosional yang dekat dengan ibunya, tapi kehadiran Paman Charlie membangunkan sesuatu dalam diri India. Sesuatu yang terpendam dan…..mematikan.

Indah tapi mengganggu. Keluar dari bioskop saya bisa dibilang menahan tawa sekaligus pingin memaki “Kampreeet, film apaan ini???” Yang menganggu saya bukanlah adegan darah muncrat atau kekejaman terpendam dalam diri karakter-karakternya. Yang ‘menggangu’ saya adalah hal-hal yang tidak terucap, terutama antara India dan Paman Charlie. Bisa dibilang dialog sejati di film ini tidak diucapkan melalui mulut, melainkan melalui gesture dan tatapan mata.

Mia Wasikowska memainkan karakter India yang penyendiri namun bernaluri tajam dengan baik. Saya bisa merasakan kebingungan India menghadapi perasaan dan kegelisahan yang ditimbulkan oleh kedatangan Paman Charlie. Sebagai Paman Charlie, Matthew Goode bisa mengekspresikan karakter seseorang yang charming tapi diam-diam menakutkan. Oke, matanya suka agak berlebihan sih tapi gapapa. *Don’t worry, Mr. Goode, you’ve secured your place on my fav actor list!* Nicole Kidman pun tampil bagus sebagai seorang istri/ibu yang tertekan tapi berusaha menjalankan rumah tangganya sepeninggal suami. Well, kalau boleh kejam, karakter sang ibu di sini yang paling kasian sih, karena di sini dia yang paling jelas jadi korban. Udah dicuekin suami dan anaknya, ge-er sendiri, akhirnya ditinggal sendirian dengan mengenaskan pula.

Adegan favorit yang bikin ‘merinding’ adalah saat India dan Paman Charlie main piano berdua. India awalnya bermain dengan santai, tapi kedatangan Paman Charlie yang mengajak duet membuat permainan piano itu seolah ‘medan perang’ bagi mereka berdua. Tapi buat saya yang nonton, itu jadi seperti…err… nonton adegan ranjang implisit. That’s pseudo-incest on screen, if anything! Untungnya sih India dan Paman Charlie tidak pernah aneh-aneh secara fisik. (Oke, pernah sekali…..hampir. Untung ada orang ngebel. So close. Huff)

Kekurangannya, menurut saya, ada di setting. Film ini dimulai dengan kesan gothic, minus teknologi. Gaya pakaian India, desain rumah dan perabot, semuanya kuat dengan kesan “tua”.  Tapi belakangan ternyata mereka hidup di zaman yang cukup modern (90-an?). Masalahnya jadi jomplang banget saat India berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya. It’s like she and her family are somewhat disconnected from the outside world. She’s just like being transported there by a time machine. Ngerti sih bahwa film ini lebih cocok dengan nuansa gothic, tapi ketidaksinkronan itu lumayan mengganggu.

Stoker mungkin bukan film yang cocok ditonton sembari melepas lelah sepulang kerja sambil ngopi dan makan pisang goreng. Tapi kalau lagi mood nonton film yang agak resek dan twisted, cocok banget. Satu lagi yang unik dari film ini adalah editing-nya. Saya bilang keren sih, soalnya cara nyambung-nyambungin setiap scene-nya dibuat seperti peralihan gradual. Pokoknya oke, deh!

Iklan

5 pemikiran pada “Review: Stoker

  1. Pertama lihat trailernya, saya tertarik bgt sama ini film. Trus nemu DVDnya di mall, beli, lihat, dan jatuh cinta bgt ama mereka. Bener sih, india ama Charlie gag kebanyakan omong, tapi kalau diperhatikan mereka kayak punya ketertarikan gt, dan sedikit jaim. Entahlah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s