Review: Anna Karenina

anna karenina

Anna Karenina

Judul       : Anna Karenina
Pemain    : Keira Knightley, Jude Law, Aaron Taylor-Johnson
Tahun      : 2012
Sutradara : Joe Wright
Writer       : Tom Stoppard (screenplay)
Leo Tolstoy (novel)
Rating      : 6.6/10 (IMDB) 6.5/10 (rotten tomatoes)

Konnichiwa minna~.  😀

From now on my post will be written under ami3crappu (ami-san crappu). Thanks to haru, the czar of this site, who suggested me to create an independent account. So that we wouldn’t sound like a delusional person talking to themself. Hahahaha.. So today, I’m gonna talk about a movie titled Anna Karenina.

Anna Karenina adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel karangan Leo Tolstoy, seorang penulis ternama dari Rusia. Bersetting di tahun 1874 pada masa kekaisaran Rusia, kisah ini menceritakan tentang Anna,  istri dari seorang aristokrat bernama Aleksei Alksandrovich Karenin, yang terpikat oleh seorang prajurit tampan, Aleksei Vronsky.

Aleksei Karenin adalah seorang aristokrat dan politisi terpandang. Dia digambarkan sebagai pria intelektual dengan hidup yang teratur dan terjadwal. Hal ini membuat karakternya menjadi dingin dan gila kerja. Namun, di balik sifat dinginnya dia adalah orang yang sangat baik dan berjiwa besar. Walaupun cintanya pada Anna tidak disampaikan dengan meluap-luap maupun passionate. Namun, sepanjang film *somehow* kita bisa merasakan bagaimana sebenarnya dia sangat sayang kepada Anna. Karenin bersedia memaafkan dan menerima Anna kembali walaupun Anna sempat menghianatinya dalam sebuah affair dengan Vronsky.

Aleksei Vronsky, seorang prajurit tampan yang penuh semangat. Dibesarkan dalam keluarga terpandang namun broken-home, Vronsky adalah seorang gentleman yang sopan. Dengan ketampanan dan his excellent gentleman manner, Vronsky pun sukses dalam karir maupun dalam hal menarik wanita. Namun sayangnya, karakter Vronsky yang spontan, agresif, dan meluap-luap membuatnya mengesampingkan moral demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Idealismenya terhadap cinta membuatnya berhasil memikat dan membujuk Anna untuk lari bersamanya.

Anna Karenina, sebenarnya adalah seorang wanita yang rupawan, terpandang dan sayang kepada keluarganya. Singkat kata, Anna adalah wanita baik-baik yang tidak pernah sekalipun terbesit di pikirannya untuk melanggar aturan apalagi untuk selingkuh maupun meninggalkan keluarganya. Namun, tampaknya diam-diam Anna menyimpan sedikit kesepian karena Karenin selalu bersikap tenang dan dingin.

yes, Anna is insecure indeed, but who doesn’t? There is always an uncertainty when it involves another entity apart from ourselves. Because we can’t read someone else’s mind, right?*

<!!!Spoiler alert>

Singkat cerita, Anna pun akhirnya memilih Vronsky dan meninggalkan Karenin. Namun, sayangnya keputusan Anna tersebut tidak mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya. Dunia aristokrat yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan sopan santun seolah menutup pintunya untuk Anna. Di lain sisi, karir Vronsky yang makin menjulang ditambah statusnya sebagai unmarried-gentleman membuatnya masih diterima dengan sangat baik di lingkungannya.
Perbedaan perlakuan lingkungan sekitarnya terhadap Anna dan Vronsky, membuat Anna -yang tadinya hidup sebagai bangsawan terhormat- merasa depresi. Anna berubah menjadi lebih posesif dan demanding.
Akhirnya, perbedaan pendapat membuat Anna dan Vronsky sering berdebat. Hidup mereka berdua tidak lagi menyenangkan. Semakin hari Anna diliputi oleh rasa cemburu setiap melihat Vronsky dekat, bahkan cuma disapa, oleh wanita lain. Anna pun menyadari betapa dia kini berubah menjadi wanita yang menyebalkan.

<!!!Spoiler alert>

Film ini dikemas dengan apik sehingga semua emosi para karakter di dalamnya tersampaikan dengan baik. Selain konflik diantara mereka bertiga, film ini juga menyentil sedikit beberapa karakter lain seperti Kitty dan Levin, dimana Levin yang pernah ditolak oleh Kitty di proposal nya yang pertama, akhirnya hidup berbahagia dengan sederhana di sebuah pedesaan di Rusia. Kakak Anna, yang sampai akhir film masih suka affair dengan gadis-gadis lain walaupun sudah rujuk kembali dengan istrinya. *Istrinya pun kayaknya sudah pasrah saja dan memilih untuk sibuk membesarkan anak-anaknya*. Ibu Vronsky, yang dikenal punya affair dimana-mana tapi masih diterima di pergaulan sosial *walau dianggap sebagai kasta terendah*, dan banyak lagi kisah karakter lainnya sebagaimana ciri khas Leo Tolstoy.

Akhir kata, film ini menarik untuk ditonton, walau berkesan berat dan melelahkan. Tapi lumayan, bisa cuci mata liatin abang-abang Jude Law dan Vronsky.. Hahaha..

–background music: Story of My Life – One Direction

Iklan

2 pemikiran pada “Review: Anna Karenina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s