Review: Ruined by Rumor

13515888
Judul: Ruined by Rumor
Pengarang: Alyssa Everett
Tahun: 2013

Buku ini punya banyak potensi. Marriage of convenience! Kesukaan saya tuh 😀 Tetapi oh tetapi, buku ini justru sukses bikin emosi jiwa. (Karena bikinnya sambil emosi jiwa, jadilah posting kali ini adalah review sekaligus !crap. Muwaha)

Jadi ceritanya…

Alex Winslow sudah menyukai Roxana Langley sejak lama. Sayangnya, Roxana malah tunangan dengan George. Setelah lima tahun Roxana menunggu kepulangan George dari medan perang, bukannya dinikahin malah diputusin. Roxana yang sedih dan shock gak sengaja ketemu Alex. Yang awalnya mau menghibur, Alex malah berakhir kisu-kisu sama Roxana. Sialnya, ada yang liat. Jadilah untuk menghapus rumor yang mengancam reputasi Roxana, mereka nikah. Roxana selama ini mengira Alex tidak menyukainya, mengira Alex menikahinya karena terpaksa. Alex sendiri menyangka Roxana masih mencintai George.

Sekilas, bahan-bahan untuk plot MOC udah lengkap: Alex yang pemalu, Roxana yang ceria, dan cinta terpendam. Penuturan cerita juga lumayan bagus, fokus dengan tema “gosip dan akibatnya bagi kehidupan”, gak pake subplot-subplot maksa ato gak jelas. So, apa yang bikin bete?

Si Mbak…

Di paruh pertama, si mbaknya bikin bete banget. Ya, si mbak memang masih dibutakan oleh George dan memang bukan salah si mbak kalo dia mikir si mas (Alex) itu kaku dan boring. Tapi yang bikin sebel itu minggu-minggu menjelang pernikahan dengan Alex. Okelah ya, masih sedikit terbayang George si mantan (meski di situ digambarkan Roxana pun sadar dia gak secinta itu sama George). Okelah ya, masih ada cold feet sebelum nikah, secara mau nikah sama orang yang gak gitu dikenal (meski di bagian sini saya kasiaaan banget sama Alex yang nyata-nyata cinta sama Roxana). Tapi pas malam penganten, MINTA DITUNDA? Okeeee… mungkin saya sudah terlanjur kasian sama Alex. Tapi setelah jalan separuh buku dan satu-satunya “action” adalah kisu-kisu di perpus, pembaca stress dong. No, no, bukannya saya mengejar uhuk-uhuk semata padahal iya, tapi karena sampai mereka nikah itu hubungan emosional antara Roxana dan Alex bisa dibilang stuck, ya harapan saya sih paling nggak malam pertamanya yang maknyus gitu lah. Untungnya beberapa jam kemudian si mbak berubah pikiran dan terlaksanalah malam pertamanya.

Di paruh kedua, si mbaknya makin mendingan, bahkan cukup oke. Sayangnya karakter-karakter lainnya yang malah bikin bete.

Si Mantan…

Makhluk satu ini pantesnya dibuang ke laut. Waktu masih tunangan sukanya grepe-grepe gak jelas (padahal Roxana nggak mau), selingkuhannya di mana-mana, dan waktu Roxana udah nikah sempet-sempetnya ngerayu. Karakter George ini tipikal rival gak guna, yang fungsinya cuma buat pancingan supaya si cowok actually do something to win the girl. Masalahnya, karakter ini dapet porsi lumayan banyak. Hampir sepertiga buku habis cuma buat dia kisu-kisu gak jelas dan ngebokis ama ceweknya. Malesin banget pokoknya. Apalagi dia masih muncul di bagian belakang-belakang. Ugh!

Di sisi lain, bisa jadi penulisnya terlalu berhasil menggambarkan karakter George dengan segala kejelekannya…. yang sebenernya gak masalah kalau karakter Alex bisa mengimbangi.

Si Mas…

Kenapa si mas saya taruh paling akhir? Karena saya paling sebel sama orang ini. Jadi gini, biasanya saya suka kalo tokoh cowoknya itu bukan alpha male. Sekali-sekali mbok ya cowoknya baik dan biasa-biasa aja tapi punya pandangan hidup jelas dan tegas. Jujur aja, buat saya ini salah satu daya tarik buku ini. Apalagi ditambah si Alex ini punya unrequited love ke Roxana sejak lama. Penjabaran karakternya di paruh pertama sukses membuat saya bersimpati. Alex bisa dengan sabar menghadapi Roxana dan menerima kenyataan bahwa Roxana (mungkin) masih suka sama George (di awal pernikahan). Bahkan waktu Roxana minta penundaan malam pertama, dia hayuk aja.

Di paruh pertama, sifat pemalu si masnya masih bisa ditolerir karena sikonnya memang gak mendukung. Si mbaknya masih berstatus tunangan orang, jadi gak mungkin dong rayu-rayu. Meski saya bingung juga sih, ngapain bikin beberapa scene mereka berinteraksi berdua kalo gak ada kemajuan apa-apa dari kedua belah pihak? si mbaknya tetep nganggep masnya boring, si masnya pun ya tetep aja pemalu gak jelas.

Eh lha kok di paruh kedua, si masnya gak ada perubahan? Tetep aja menjaga jarak (emotionally) sama si mbaknya. Pemalu juga ada batasnya kali. Gini ya, ngapain Alex susah-susah nikahin Roxana yang dicintai sejak dahulu kala, kalo pas udah nikah cuma dibuat pajangan? Ngedumelnya cuma di hati doang, tapi hampir gak ada tindakan konkrit. Timeline pasca pernikahan yang harusnya potensial buat menggambarkan perkembangan kedekatan emosionalnya jadi terbuang percuma. Interaksi antara Alex dan Roxana pun lebih terkesan seperti interaksi sekadarnya antara dua orang yang tinggal seatap (kecuali pas di kamar). Sebagai pembaca, rasanya gregetan melihat Alex yang masih gitu-gitu aja sementara Roxana sudah mulai membuka hati.

So?

Overall, buku ini harusnya bisa lebih oke lagi, terutama bagian setelah mereka menikah. Saya kira karakter cowok “baik-baik” itu cukup menantang untuk ditulis di historical romance, tapi memang gak semudah itu menjadikan mereka semenarik alpha hero yang seolah sudah jadi pakem di dunia romance.

note: cross-posted from my review on Goodreads

Iklan

2 pemikiran pada “Review: Ruined by Rumor

  1. akhirnyaaa~ review normal.. *plok2

    btw.. kok kategorinya masuk !crap sih? saya bingung..
    kukira !crap itu tulisan non-review dan di luar buku-anime-fim-manga?
    usulan.. gimana kalo ada satu kategori lagi… musik? 😀

    • Soalnya reviewnya sambil emosi jiwa, sangat subyektif, dan penuh spoiler hahaha. Musik udah ada di kategori, tapi terlalu sedikit buat dimasukin di tab. Gak ada yang bener2 review soale. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s