!crap: Wisata Kereta Api dengan AMTRAK

Kereta api sebagai moda transportasi pasti sudah sangat familiar untuk saya. Selama di Indonesia, saya pribadi memang lebih memilih naik pesawat secara harga cuma beda dikit dan jauh lebih cepat. Kalaupun liat-liat pemandangan juga palingan sawah dan rumah. So, ketika diajak naik kereta di Amerika (AMTRAK) saya cukup surprise karena ternyata naik kereta di Amerika bisa jadi alternatif wisata yang menarik.

Durasi
Satu perbedaan paling nyata dengan kereta api di Indonesia adalah durasi. Kalau di Indonesia palingan paling lama 12-15 jam untuk satu rute (well, worst case bisa 20-24 jam mungkin), di Amerika satu rute penuh bisa sampai 2-3 hari karena menghubungkan Barat-Timur (dan Utara-Selatan). Rutenya pun juga sangat mungkin connecting, misal dari Los Angeles ke New York, ganti kereta di Chicago. Panjang(dan lama)nya rute ini yang dimanfaatkan dengan cakep oleh AMTRAK untuk… jualan pemandangan!

Observation Lounge
Ini adalah bagian favorit saya kalau naik kereta jarak jauh. Bosen di tempat duduk/kamar? Silakan ngesot ke lounge. Bisa nge-laptop, baca, foto-foto pemandangan, atau sekedar cuci mata dan mandi matahari ala Syahrini. Observation Lounge ini terbuka untuk semua penumpang. Di kereta superliner, lounge terletak di lantai 2, dan Lantai 1-nya digunakan sebagai cafe. Sayangnya lounge hanya tersedia di kereta superliner alias kereta 2 lantai, tapi jangan kuatir karena sebagian besar kereta jarak jauh biasanya superliner (kecuali rute internal East Coast selain Capitol Limited yang ke Washington, DC).

DSC_0174

Karena AMTRAK memang jualan pemandangan, maka biasanya jadwal kereta juga dipas-pasin dengan pemandangan. Awalnya saya mikir: ah pemandangan kan cuma gitu-gitu aja. Ternyata salah, sodara! Well, yah kalau soal ijo-ijo mah memang Indonesia masih nomer satu, tapi kalau soal keragaman alam, Amerika bagus juga lho. Jadi, masing-masing (tapi gak semua) rute kereta punya feature pemandangan sendiri-sendiri. Kereta Coast Starlight menyuguhkan pemandangan pantai barat Amerika; dari kereta Southwest Chief kita bisa lihat Sandia Mountain dan pemandangan grassland di sekitaran Texas dan New Mexico; dan kita bisa menikmati pagi hari di deretan hutan Pennsylvania dari kereta Capitol Limited.

Restorasi
Ada 2 macam fasilitas ruang makan di kereta jarak jauh: kafetaria dan dining room. Kafetaria sih basically jualan makanan dan minuman kecil, macem kopi, softdrink, hotdog, dan sandwich. Kalau mau makan ‘berat’ silakan nyambangi dining room. Pilihan menu dan rasanya lumayan kok. Opsi vegetarian dan seafood selalu tersedia. Di menu kafe (bukan di restoran) bahkan juga ada makanan kosher (hebrew national).

Waktu makan di kereta adalah satu keasyikan tersendiri. Untuk pesan makanan, penumpang harus pergi ke kafe/dining room. Ini adalah satu kesempatan untuk bersosialisasi sesama penumpang. Kalau di dining room lebih seru. Pertama, kita harus reservasi jam makan (penumpang kelas coach kebagian milih belakangan, jadi biasanya dapet jam belakangan) ke kondektur/car attendant. Terus pas makan, kita bakal didudukkan di meja bareng sama orang lain, dan itu random. Bagi yang hobi ngomong ngalor ngidul kayaknya pas banget.

Harga makanan di restorasi secara umum hampir sama dengan makan di luar seperti biasa. Makan pagi dan lunch sekitar $10-$15, dan makan malam sekitar $15-$25 (seafood mahal cuy!). Keluhan personal sih…. porsinya agak kecil, gak urakan kayak di resto-resto biasanya hihihi. Detail menu bisa dicek di website AMTRAK di sini. Oh iya, untuk penumpang kelas sleeper, harga tiket sudah termasuk makan sepanjang perjalanan.

Kelas
Untuk kereta jarak jauh, saya cuma pernah ngerasain 2 macem kelas: coach dan sleeper. Di coach aja, tempat duduknya udah oke punya: kursi lebar dan jarak antar kursi cukup panjang. Letak tempat kakinya juga oke karena mereka dibangun berdasar built badan orangDSC_0141 Amerika (saya kalo naik kereta di Indo malah justru terganggu dengan tempat kaki karena panjangnya oh-so-nanggung). Pokoknya kursinya cukup nyaman buat tidur deh – saya mungkin exception karena mau diapa-apain tetep aja susah bubu dalam posisi duduk. Sayangnya AMTRAK gak menyediakan bantal dan selimut, jadi sebaiknya siap-siap bawa sendiri.

Kelas yang menurut saya unik dan mantap adalah kelas sleeper. Di sini, penumpang bisa bubu-bubu di kasur. Saya pernahnya naik sleeper yang roomette. Gerbong roomette terbagi atas kompartemen-kompartemen. Tiap kompartemen punya 2 kursi (yang bisa disatuin jadi kasur) plus 1 kasur lagi di atas. Kasur-kasur ini gak bakal langsung diset. Penumpang harus bilang ke car attendant (bukan kondektur!) gerbong masing-masing kalau udah siap bubu, minta kasurnya diset. Maknyus deh pokoknya. Khawatir jatuh pas tidur? Eits, ada pengamannya kok. Ada tempat naruh barang pulak di kasur atas. Minimalis dan oh-so-darurat, tapi cukup. Cuma hati-hati aja kalau bangun jangan langsung duduk kalau gak mau kejeduk hihihi.

Tetapi… 
Harga tiket AMTRAK kalau diitung-itung memang gak jauh beda dengan pesawat, hanya lebih nggak fluktuatif aja. Untuk tiker sleeper, apalagi (benernya sih kalo diitung-itung sebagai “first class”, masih sebelas-dua belas kalo dibandingkan dengan pesawat). Triknya kalau mau pergi di sleeper adalah pergi berdua, karena tiket sleeper adalah seharga tiket perjalanan plus akomodasi. Kalau nambah satu orang itungannya cuma nambah bayar tiketnya jadi ongkos kamar (dan makan) bisa ditanggung berdua.

Worthy gak? 
Worthy banget! Kalo misal pas liburan nganggur dan bingung mau ke mana, naik kereta jarak jauh bisa jadi alternatif oke. Worst case, kalaupun gak ada tujuan pasti di kota tujuan, at least sudah killing time 2-3 hari plus pindah tidur dan makan hihihihi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s