Review: Velvet Goldmine

220px-VelvetGoldminePoster

Judul: Velvet Goldmine
Pemain: Ewan McGregor, Jonathan Rhys Meyers, Christian Bale
Tahun: 1998
Sutradara: Todd Haynes

New York City, 1984. Arthur Stuart mendapat tugas untuk meliput kisah hidup Brian Slade, mantan glam rock icon di tahun 70-an. Stuart pun melacak dan mewawancara orang-orang terdekat sang mantan superstar. Wawancara demi wawancara membuat Stuart kian akrab dengan masa lalu Brian Slade, namun hal itu juga mendorong Stuart untuk memecahkan misteri keberadaan Brian Slade saat ini.

Watch out, honey, it’s all about sex, drugs, and rock&roll glam rock! Reaksi pertama setelah “WTH” adalah…mimisan! Ya gimana ya habis isinya mas-mas ngganteng semua. Menonton Velvet Godmine membuat mas Jonathan melesat jadi nomor 1 di list “makhluk byutiful” saya (at least pada jamannya). Mas Ewan McGregor dan mas Christian Bale  juga ternyata bisa jadi byutipul juga. Salah satu nasehat yang saya dapat dari film ini: eyeliner can make guys look better!

Soal filmnya sendiri, sungguh saya bingung mau nulis apa. Penggarapan film Velvet Godmine ini….nyeleneh. Adegan-adegannya terjalin bagai klipingan koran tapi disusun dengan baik sehingga masih koheren. Saya sih cukup menikmati selipan-selipan scene surealis yang disuguhkan. Satu lagi, selama menonton film ini, bersiaplah dimanja dengan lagu-lagu glam rock. Saya gak tahu harus kaget atau terharu karena ternyata kuping saya masih bisa menikmatinya, wakakakak! I thought I’ve lost it somewhere during my adolescent years.

Terlepas dari sinematografinya yang nyentrik bin ajaib, bagi saya alur cerita film ini masih bisa diikuti dan jelas depan-belakangnya. Alur film yang maju-mundur membawa kita bolak-balik dari New York tahun 1984 ke Inggris di pertengahan 1970-an. Saya menikmati kontras antara nuansa 1980-an yang begitu sober, datar, dan abu-abu dengan suasana glam rock scene tahun 1970-an yang bagaikan mimpi: dipenuhi musik, tawa, dan kesemuan serta hepi-hepi. Di sini, karakter Stuart terlibat makin personal dengan investigasinya, secara ternyata Stuart mantan groupies.

Usut punya usut, film ini awalnya memang mau digarap sebagai biopic-nya David Bowie, tapi karena Bowie merasa jalan cerita Velvet Godmine  tidak sesuai dengan perjalanan hidupnya, jadilah film ini dirombak dan nama Bowie dicabut dari segala unsur film (kecuali judulnya yang memang meminjam lagu sang maestro). Meski begitu, saya yang awam aja langsug tereak “Bowie bangeeet!!!” begitu liat segala dandanan Brian plus alter ego “Maxwell Demon”. Apalagi kisah Brian Slade dan Curt Wild ituh bikin mimisan eh mirip banget dengan rumor Bowie-Jagger/Bowie-Iggy.

Terlepas dari Bowie yang jadi sumber inspirasinya, buat saya Velvet Goldmine berhasil membuat saya bersimpati pada Brian Slade menghadapi kejamnya ibu tiri dunia entertainment. Sesudah mengajak saya untuk menyusuri masa lalunya – dari sebelum terkenal sampai redup bintangnya – menjelang akhir film saya pun dibuat penasaran atas nasib Brian Slade, dan ternyata….oops, spoiler! Menurut saya itu ending yang pantas untuk seorang Brian Slade. Tapi ada satu karakter yang saya masih bingung sampai sekarang: Stuart! Trivial sih, cuma bingung aja kenapa di adegan terakhirnya dia nampang di sebuah flashback scene bareng Curt. My fangirl heart just can’t take it.

Overall, saya suka film ini karena dipenuhi mas-mas ngganteng ber-eyeliner, lagu-lagu glam rock, dan sinematografi berwarna-warni kaleidoscope. Akhirnya, izinkanlah saya menutup review ini dengan salah satu original soundtrack Velvet Goldmine. Tu..wa..ga..pat! We’ll take the whole shebang, all or nothing, anything! Ecstasy’s the birthright of our gang!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s