Review: Ada Apa Dengan Cinta? 2


Sebenarnya saya juga heran dengan kenyataan bahwa saya mereview Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC2). Film pertama AADC (doang) saya tonton di TV ketika masa tayang di bioskop sudah habis dan trend grup ABG yang hobi bertukar diari masih hangat-hangatnya di kalangan teman-teman saya *uhuk*. Jujur saya tidak ingat keseluruhan ceritanya, mungkin karena saat itu saya lebih memfokuskan perhatian saya ke tokoh Rangga. Ya, saya sempat jatuh hati pada Rangga, meski akhirnya saya harus merasakan kekecewaan karena dia meninggalkan saya ke luar negeri (apa sih….).

AADC2, tentunya, masih berkutat seputar Cinta dan Rangga (kalo ga nanti namanya berubah jadi AADCDTTC: Ada Apa Dengan Cinta dan Teman-teman Cinta, judul yang sangat kepanjangan untuk sebuah film). Tentu kita semua yang dulu nonton AADC masih ingat adegan legendaris di airport yang mengharu biru dan membuat kita berpikir “Awwww, so sweett…”. Nah, ternyata kisah cinta Cinta dan Rangga tidak semulus yang diperkirakan (kalo iya mah ga usah ada AADC2 ya…).

Setelah 5 tahun menjalin kasih, mendadak Rangga memutuskan Cinta dan menghilang tanpa jejak. Sembilan tahun lamanya Cinta harus jatuh bangun menata dunianya yang mendadak hancur. Di tahun ke-9, dia tampaknya berhasil menemukan hidupnya kembali: dia punya sebuah galeri seni kecil dan bertunangan dengan seorang businessman muda bernama Trian. Di saat yang sama, Carmen, teman baiknya, baru saja bebas dari jerat narkoba. Karmen terjerumus ke lembah hitam itu ketika suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Maka apa hal yang lebih baik bagi geng Cinta dan teman-temannya selain berlibur ke Jogja untuk merayakan keberhasilan ini?

Bukan film namanya kalau nggak ada kebetulan 🙂 Kebetulan saja, Rangga, yang tadinya enggan pulang ke Jakarta untuk menyelesaikan masalahnya dengan Cinta, memutuskan mudik untuk bertemu ibunya (dan tentunya sekalian ketemu Cinta lah!). Kebetulan juga ibunya kini bermukim di Jogja. Kebetulan juga Carmen dan Milly melihat Rangga berkeliaran di kota (kaya kucing aja…) dan memutuskan untuk memberitahu Cinta.

Cinta yang awalnya tidak mau bertemu, akhirnya menyerah dan memutuskan untuk bertatap muka yang terakhir kalinya dengan Rangga. Luapan emosi yang tersimpan selama 9 tahun pun dia sampaikan, namun yang Cinta tidak sadari, pertemuan itu juga membangkitkan sesuatu yang terpendam lama di hatinya. Lalu apakah Rangga akan kembali ke kehidupan Cinta? Dan bagaimana dengan Trian, si tunangan yang munculnya cuma kadang-kadang?

Saya nggak perlu spoiler tapi sepertinya pemirsa bisa menebak jalan ceritanya lah yaa. Menonton AADC2 seperti menonton FTV, tidak ada ekspektasi tertentu, hanya menikmati tanpa berpikir. Kesan yang saya ingat dari film ini cuma “Saya pengen ke US”, “Kakinya Nicolas Saputra panjang”, dan “Dian sastro ternyata pendek.” 😛

Film ini berfokus benar-benar ke proses pertemuan Rangga dan Cinta, dan bagaimana mereka menghubungkan kembali perasaan mereka. Namun flownya terasa terlalu cepat buat saya. Cinta yang harusnya sangat marah pada Rangga, bisa dengan cepat menjadi netral, meski memang masih menampakkan sedikit rasa sakit. Tahu-tahu saja mereka sudah kembali ke jaman SMU dulu ketika mereka jalan bareng, sedikit flirting, dan berbagi perasaan yang sama. Buat saya kok gamoang amat yak balikan gitu kalo ceritanya sudah 9 tahun sakit hati? Atau mungkin karena saya belum ada pengalaman *uhuk* makanya jadi merasa hal itu aneh? Entahlah 🙂

Secara keseluruhan, AADC2 lumayan untuk ditonton. Ada beberapa joke yang cukup masuk meski standar ditemukan di banyak film. Tokoh Milly yang lagi hamil membuat suasana film jadi lebih ceria di beberapa scene. Saya paling suka scene di US karena membuat saya kembali bermimpi untuk terbang dan merasakan berjalan di jalanan New York dengan sepotong bagel di tanga (halah!).

Dan saya, kembali jatuh hati dengan Rangga untuk kedua kalinya 🙂

Rate: 3 from 5 stars

Iklan

11 pemikiran pada “Review: Ada Apa Dengan Cinta? 2

  1. wah sudah nonton, sekarang sedang rame film ini :

    sedikit cuplikan prakata

    Masalah orang berpendidikan hari ini, mereka merasakan mereka adalah Doktor. (Doktor)

    Tugas Doktor adalah melayani masyarakat, bukan menipu mereka. (Rakyat)

    Dari Filem: Gabbar Is Back

    cari deh 🙂

  2. waaa pgen nnton jg tp antreannya mbludak??hhe
    vtw,apa film aadc 2 ini gk ad hubngnnya dg iklan line yg dulu itu ya min?ktanyadisini alya critanya mnggl th 2010,tp pas diiklan 2014 msh shat walafiat gtu?

  3. nancepin jejak pertama pas baru aja mau nonton filmnya tapi pengen baca gimana review anak” blogger ternyata pas di halaman pertama google muncul blognya mba.. makasih yaa salam blogger dari malang 🙂

  4. Film ini memang diperuntukan buat fans berat film pertama. Kalau belum nonton yang pertama, kesannya dangkal. Susah memang buat sekuel, kecuali The Godfather mungkin :). Mbak ingin ke New york lagi, saya malah pengen ke Yogya …he…he…he…!

  5. wah entah kenapa kurang setuju dengan review ini. Filmnya manisss. Saya menikmati banget loh. Kayak FTV? nggak ah. Dialog2nya keren sih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s