!crap: Rijksmuseum NL

Malem semua…

Weekend Saya kali ini sukses diisi dengan hedon. Gara-garanya ada dua film menarik yang diputar dalam rentang waktu yang sama. Yang satu film lokal nostalgia dari 14 tahun yang lalu, Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2, yang satu lagi film impor pertarungan antara dua tokoh legendaris Marvel’s Iron Man dan Captain America, Civil War.

Film yang pertama sudah dikupas dengan sangat baik oleh Niken. Harusnya Saya kebagian mengulas tentang Civil War yah berarti. Namun, apa daya… Mood Saya yang suka aneh ini lebih condong untuk mengulas tentang satu tempat spesial yang Saya kunjungi pada akhir masa Saya berada di Negeri Kincir Angin.

1600px-Rijksmuseum

Rijkmuseum.
source: http://www.hotelvanoranje.com/

Tempat itu adalah Rijksmuseum (baca: raeyks-museum). Kenapa museum ini spesial? Karena diantara sekian banyak koleksi di museum ini tersimpan sejarah peninggalan Kerajaan Belanda di abad 16. Yup! Tepat sekali, abad ke-16 adalah masa dimana VOC memasuki Indonesia. Yang menarik adalah di museum ini kita bisa melihat sejarah VOC dari sudut pandang orang-orang Belanda itu sendiri. Jika selama ini kita selalu dicekoki sejarah VOC sebagai penjajah di Indonesia, maka museum ini menawarkan sisi lain dari kisah VOC. (like the wise-man said, there is always “herstory” for every “history”).

Seperti yang kita ketahui bersama, VOC atau Verenigde Oost-Indische Compagnie pada dasarnya adalah gabungan serikat dagang dari dua provinsi di Belanda, yaitu provinsi Holland dan Zeeland. Sebagaimana hakikatnya perusahaan dagang, tujuan VOC tentunya mencari mitra dagang. Dan sesuai prinsip ekonomi, yang mereka inginkan tentunya mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaranĀ sekecil-kecilnya. Dan tentu saja, karena tujuan utamanya adalah dagang, Indonesia bukanlah satu-satunya tujuan VOC pada masa itu.

Selain mendirikan pos dagang VOC di Jakarta (pada masa itu bernama Batavia), VOC juga mendirikan pos dagang di Dejima Jepang, Persia, Bengali, Malaka, Siam, Taiwan, Malabar dan Koromandel India. Hingga pada tahun 1669 VOC menjadi perusahaan dagang non-pemerintah yang terbesar dan terkaya pada masa itu. Tentu saja dari sudut pandang negeri Belanda, masa itu merupakan masa kejayaan Belanda.

Kemudian, di tahun 1619, Jan Pieterszoon Coen melihat peluang VOC untuk menguasai politik dan ekonomi di Asia. Yah, mungkin karena VOC mulai merambah ke ranah politik inilah, konsep “penjajahan” mulai dirasakan oleh rakyat Indonesia. Gimana yah, mungkin karena saat itu, petani-petani di Indonesia bekerja dibawah raja-raja yang berkuasa di wilayahnya. Mungkin VOC merasa lebih baik menjalin kerjasama dengan para raja atau para penguasa sehingga proses trade dapat mereka lakukan dengan lebih mudah.

Mungkin pada saat itu, VOC memberikan penawaran kepada para kerabat kerajaan dengan imbalan mereka dapat membeli hasil tani dengan harga murah. Jika demikian, maka ini menjelaskan kenapa banyak pelajar Indonesia yang melanjutkan studinya ke Belanda di masa itu. Mungkin juga, kemudian VOC berhasil “menegosiasikan” untuk meluaskan kekuasaannya sehingga dapat membentuk pusat pemerintahan VOC di Batavia, yang nantinya meluas lagi ke wilayah lainnya. Jika iya, ini menjelaskan kenapa sampai sekarang Bahasa Belanda masih digunakan dalam istilah-istilah hukum di Indonesia. Juga mengapa akhirnya banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda. Karena konsep perluasan kekuasaan, akhirnya Indonesia menjadi negara koloni Belanda. Well, that’s just my speculation, though. :p

Selain koleksi tentang VOC, di museum ini juga terdapat koleksi lukisan dari Rembrandt, Van Gogh, dan juga pernak-pernik Asia yang menjadi perlambang kekayaan seseorang pada masa itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s