!crap: Ennichisai 2016

Acara: Ennichisai 2016
Title: Power of Love
Tanggal/Jam: Sabtu-Minggu, 14-15 Mei 2016 dari jam 10.00 – 22.00
Lokasi: Little Tokyo Blok M, Jakarta Selatan

Setelah beberapa waktu lalu Saya mengulas acara kebudayaan dari kedutaan Perancis, kali ini Saya akan mengulas sebuah event tahunan dari kedutaan Jepang. Ennichisai merupakan sebuah festival kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia. Tidak hanya itu, festival ini merupakan yang terbesar di dunia untuk sebuah acara kebudayaan Jepang yang diadakan di luar Jepang. Sejak tahun 2010, acara ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya dan tahun 2016 ini merupakan acara ke-7 dari event Ennichisai ini.

Diselenggarakan di Little Tokyo Blok M (depan Blok M Square) acara ini diramaikan oleh boots-boots kuliner Jepang, bahkan beberapa penjualnya adalah asli orang Jepang; boots hobi, termasuk didalamnya pernak-pernik anime, cosplay, dan juga sewa yukata.

Acara ini terbagi dalam dua kategori besar, yaitu festival kebudayaan dan seni tradisional yang berpusat di Main Stage, dan festival kebudayaan dan seni modern yang berpusat di Pop Stage. Di main stage, kita dapat menyaksikan penampilan Yosakoi, tarian jepang klasik (seperti yang dibawakan oleh Geisha-Geisha di film-film), Taiko (pertunjukan tabuh genderang), Kobudo asli dari Okinawa, Jazz Orchestra yang dibawakan oleh orang-orang Jepang yang sedang bekerja di Jakarta dan banyak lagi lainnya. Sedangkan di Pop Stage, kita dapat menyaksikan pertunjukan band-band indie Jepang, kontes cosplay, kontes Seiyuu, kontes Ramen, sampai pertunjukan Vocaloid DJ. Selain itu, di jalan yang terletak diantara boots, terdapat pertunjukan Mikoshi atau mengarak kuil yang dipanggul dengan tandu sepanjang jalan. (secara harfiah, mikoshi artinya kuil portable)

Dalam acara ini terdapat banyak acara Jepang yang diimpor dari Jepang aslinya, baik itu alatnya sampai ke pemain-pemainnya asli dari Jepang. Misalnya, pertunjukan Kobudo dan Kajimaai dari Okinawa, pemain Taiko asli dari Jepang Daisuke Ogawa yang berkolaborasi dengan grup Taiko dari SMK 36 dan Universitas Binus Jakarta. Bahkan beberapa kru-nya pun asli dari Jepang (termasuk mas-mas fotografer ganteng yang kayak samurai itu *kyaaa* sampai-sampai pengennya bisa foto sama mas fotografer aja deh, ga usah sama abang-abang cosplayer.. haha).

Rundown acara Ennichisai 2016. src: http://www.ennichisaiblokm.com

Buat Saya yang paling berkesan adalah Jazz orchestranya. Grup orchestra ini terdiri dari sekitar 15 orang pemain, yang terdiri dari pemain Saxophone, Trumpet, Keyboard, Drum, Bass, Gitar elektrik dan Gitar klasik. (pemain gitar klasiknya ganteng euy.. masih cukup muda [dibanding pemain yang lain] berasa liat Tatsuya Fujiwara pemerannya Raito di Death Note live action. Trus pemain trumpet yang pojok kanan juga mirip sama Jo In-Sung pemerannya drama Korea Memories of Bali *halaaahh*)

 

Sekilas acara Ennichisai

Sedikit curcol, datang ke acara Jepun-jepun gini rasanya bener-bener campur aduk.. Soalnya antara seneng bisa nostalgia… sama malu soalnya udah tante-tante.. *haha* udah gitu saking lamanya gak pernah ngikutin anime lagi, di beberapa boots anime jadinya roaming… gak ngerti itu anime apa… paling yang familiar ya Death Note, One Piece, Black Butler… sisanya… errr.. apa ya ini.. :p  Trus pas liat para cosplayernyaa~ aduuuuh… masih bocah semuaa… *nanggis di pojokan*  Untungnya kemarin lebih banyak nyanggong di main stage. Sempet ke pop stage liat Vocaloid DJ sebentar.. trus berasa duh lagunya loli.. trus males.. trus ngacir. wkwkwk..

*)background music: Feeling Fine by L’Arc en Ciel  :p
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s