Review: As You Like It (Silent Shakespeare series)

as you like it - synetic2

(pic courtesy of synetictheater.org)

Judul: As You Like It
Pemain: Taylor Robinson, Sharisse Taylor, Will Hayes, Philip Fletcher, Scott Turner
Script: William Shakespeare, Nathan Weinberger (Adaptation)
Produksi: Synetic Theater (Washington, DC)
Tahun: 2015 (2015-2016)

Drama karya Shakespeare sudah beratus kali dipentaskan, namun Synetic Theater memutuskan untuk mengekspresikan Shakespeare hanya lewat gerak dan tari. Setiap lambaian tangan, raut wajah, dan lirikan mata menyimpan dialog satu paragraf. *halah lebay* Satu hal yang jelas keren dari show ini adalah koreografinya. Semua aktornya loncat kesana-kemari, goyang kiri-kanan, begajulan segitu rupa untuk menyampaikan jalan cerita. Everything is done without a single word. And it works!

As You Like It kali ini menyuguhkan setting cerita modern. Di sini, Rosalind dan Celia jadi sepasang club girl. Rosalind jatuh cinta pada Orlando, seorang pewaris yg dirampas hak warisnya oleh Oliver sehingga terpaksa bekerja jadi waiter di club. Perebutan tahta Duke Frederick dari Duke Senior (ayah Rosalind) diubah jadi perebutan kekuasaan diantara 2 bos dunia hitam (Duke Senior di sini jadi Oom-Oom “pelindung” Rosalind), yang berujung pada pelarian Rosalind dan Celia. Orlando yang kebingungan mencari Rosalind malah nyasar ke tempat persembunyian Duke Senior dan pengikutnya. Sementara itu, Rosalind dan Celia terpaksa menyamar sebagai Ganymede (cowok) dan Aliena (cewek). Mereka pun akhirnya nyasar ke tempat Duke Senior, namun masih dalam penyamaran.

Kocak sih melihat Rosalind dan Celia yang tetap aja centil ala mbak-mbak gemerlap meski berbalut pakaian seadanya. Juga Orlando yang dengan culunnya curcol pada Ganymede (samaran Rosalind) tentang rindunya pada Rosalind, dan malah unyu-unyu waktu ujung-ujungnya disosor sama Ganymede (Rosalind). Belum lagi cinta segitiga berlatar salah paham antara Silvius-Phoebe-Ganymede. Yang paling lucu sih justru Silvius. Dari segi koreo, karakter Silvius ini paling enerjik dan paling getol loncat-loncatnya, tak lupa didukung juga oleh wajah aktornya yang baby face.

Yang jadi serius malah Touchstone dan Audrey. Kalau di naskah aslinya Touchstone itu badut, di sini Touchstone justru jadi bodyguard Duke Senior yang ditugaskan melindungi Rosalind dan Celia. Touchstone digambarkan serius dan so straight-laced. Entah karena Si Mas yang jadi Touchstone cakep atau karena kostum Touchstone yang berupa pakaian resmi (kemeja-celana kain-jas) atau karena dua-duanya, saya sukak banget ama Touchstone! Audrey juga jadi bodyguard-nya Oliver yang ala-ala dominatrix gitu, tapi cintanya ditolak sama Oliver dan akhirnya dihibur Touchstone. Adegan mereka berdua itu favorit saya di As You Like It, soalnya meski tanpa kata, kerasa banget unresolved sexual tension-nya (dan karena si Touchstone imut) kyaaaaa~

Karena ini pertama kali saya menonton seri Silent Shakespeare (dan karena saya juga belum pernah liat versi aslinya), saya tidak tahu seberapa valid komen saya berikut ini. Yang jelas, karakter-karakternya terasa sangat komikal dan oh-so-unyu-unyu. Entah karena ini dipentaskan tanpa dialog, sehingga menuntut ekspresi yang “in your face” gitu atau memang aslinya kayak gitu. Pernah denger sih kalau As You Like It dikritik sebagai karya Shakespeare yang cuma sekedar “nyenengin penonton”. Well, maybe? Jelasnya saya terhibur sih karena gak ada tragedi, orang bunuh diri, orang dibunuh, kekasih dipisahkan, orang dimanipulasi, dll. All’s well that ends well.

Sedikit pengakuan dosa, pengalaman nonton teater Shakespeare sebelum ini berakhir dengan walk-out karena otak saya tidak mampu mencerna dialog berbunga-bunga berhias diksi archaic. Makanya, sebelum nonton As You Like It saya cari bocoran plot dulu di abang Wiki wiihihihihi. Ya habis daripada nanti pas nonton bengong. Agak nyesel juga sih sebetulnya, karena saya justru jadi bertanya-tanya kalau misal nonton tanpa liat bocoran, apa mungkin bakal lebih seru.

Eniwei, As You Like It ini dipentaskan dari Desember 2015-Januari 2016. Meski As You Like It sendiri sudah gak main lagi saat ini, Synetic Theater masih terus kembali dengan seri Silent Shakespeare dari karya-karya Shakespeare lainnya. Jadi, kalau pas kebetulan lagi senggang di Washington, DC; saya cukup rekom untuk nyobain salah satu pertunjukan Synetic Theater. (Pssst… ada student price, lho~!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s