Review: Something Rotten! (musical)

something rotten

Judul: Something Rotten!
Musik & Lirik: Wayne Kirkpatrick & Carey Kirkpatrick
Cerita: Wayne Kirkpatrick & Carey Kirkpatrick
Produksi: Broadway
Tahun: 2016

Because. It’s. A. Musical
A musical
And nothing’s as amazing as a musical

Cerita ini diawali gerutuan Nick Bottom, seorang playwright di zaman Renaissance yang karirnya terancam tamat karena kalah saingan dengan William Shakespeare. Nick malah makin pusing karena Nigel, adiknya, justru adalah fans berat Shakespeare. Nick akhirnya meminta petunjuk Nostradamus untuk meramal pertunjukan macam apa yang akan menjadi big hit di masa depan. Atas petunjuk Nostradamus, Nick pun mulai menulis sebuah gebrakan baru di dunia teater: a musical!

Something Rotten! adalah sebuah cerita parodi zaman Renaissance tentang asal-usul drama musikal. Dari segi cerita, Something Rotten! sangat ringan dibandingkan dengan musical lain yang pernah saya tonton. It’s pure comedy and pure fun, period. Saya menikmati melihat karakter Shakespeare yang dibuat ala rockstar (plus rombongan “boyband” penari latar) dan Nostradamus – tepatnya, saudaranya Nostradamus – yang ramalannya agak-agak error. Saya juga suka karakter Bea – istri Nick – yang galak tapi sayang banget sama Nick dan Nigel. Nigel juga imuuuut. Sayangnya, justru saya kurang bisa relate dengan Nick.

Meski setting-nya di zaman Renaissance, aransemen musik Something Rotten! justru banyak dibumbui style gitar dan melodi rock, meski masih tetap ala ala semi-orchestra gitu. Tentu saja dong saya sukak! Wihihihi. Bagi saya, ini musical dengan lagu ter-catchy kedua setelah The Book of Mormon. Diantara lagu-lagu yang ada, Right Hand Man jadi favorit saya karena terasa girl power tapi romantis. Selain itu, lagu God, I Hate Shakespeare, A Musical, dan Welcome to the Renaissance juga cukup mengundang untuk disenandungkan.

Menurut saya, kekuatan Something Rotten! ada di sindiran (dan pujian?) terhadap produksi musical yang ada dan tenar sampai saat ini. Tapi jangan salah, para aktornya tetap menyuguhkan performa nyanyi, tari, dan akting yang prima, lho. Saya suka banget sama John Cariani, pemeran Nigel Bottom, karena bisa banget gitu membawakan karakter anak ABG padahal aslinya sudah tuwir. Suaranya yang kalem mendukung, sih, tapi saya yang waktu itu duduk jauh (banget!) dari panggung tanpa bisa melihat wajah para aktor (maklum tiket murah), bisa mendengar suaranya yang kekanak-kanakkan serta ekspresi tubuhnya yang benar-benar ABG banget. Heidi Blickenstaff sebagai Bea, meski dengan screen time terbatas, justru sangat berkesan buat saya. Tak lupa ada Christian Borle, yang mendapat Tony Awards atas perannya sebagai Shakespeare. Yah, Shakespeare-nya memang berasa minta ditimpuk botol sambil ditowel, sih.

Mungkin yang sedikit mengganjal dari Something Rotten! adalah bahwa lelucon yang disajikan sangat terkait dengan banyak musical lain. Lagu A Musical, misalnya, memang ditujukan untuk ngerasani produksi musical yang ada, yang disampaikan baik lewat lirik maupun musik. Tapi mungkin bagi yang tidak begitu familiar dengan musical, jadi bingung di mana lucunya.

Selain itu – ini personal sih – alur cerita Something Rotten! bisa dibilang ringan – mungkin terlalu ringan? Kalau dulu saya pikir Rock of Ages itu alurnya ringan, Something Rotten! ternyata lebih ringan lagi. Saya mendapat kesan seolah penulis ceritanya ingin bersenang-senang dan rehat sejenak dari dunia musical yang disuguhi dengan tragedi dan kesedihan. Secara plot, yah, biasa saja, meski tetap dengan “a not so happy ending but still a happy ending” khas Broadway (ya itu kata saya sih).

Secara umum, Something Rotten! adalah musical yang menghibur, yang pantas dinikmati kalau sedang ingin nonton Broadway tapi yang enteng-enteng. Dan sedikit menggosip, harga tiket Something Rotten! tidak semahal beberapa produksi Broadway lainnya. Yah, di bawah $100 masih dapet lah. Bagi yang kantongnya agak cekak tapi pengen nonton Broadway yang ringan tapi berkualitas, saya rekom musical ini sih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s