Review : Final Fantasy XV Kingsglaive movie

20160715045527

Saya sudah nonton!

Awalnya agak was-was menonton FF XV Kingsglaive karena takut kecewa movie dari game sepanjang masa ini bakal berubah menjadi salah satu proyek gagal Square Enix, pada akhirnya saya bersyukur film ini ‘baik-baik’ saja. Bukan sekadar film yang hanya mengandalkan animasi super keren (yup! hampir sebagian besar rendering scene tidak bisa dibedakan dengan pengambilan gambar realistic, two thumbs!), Kingsglave juga mampu memberikan pembawaan alur cerita yang pas, tidak terlalu tergesa-gesa ataupun terlalu membingungkan bahkan bagi non FF’s fans.

Awal cerita dimulai dengan penjelasan latar belakang dunia dengan durasi yang tidak berlebihan namun ‘cukup’, dimana kerajaan sihir Lucis dengan ibukotanya yang kurang tidur adalah satu-satunya kerajaan yang belum dijajah oleh empire magitech Niflheim, dan Lucis senantiasa mengalami ancaman terus menerus dari empire namun bisa bertahan hanya dengan mengandalkan kekuatan kristal yang menyelubungi Lucis dalam bentuk ‘tembok’ sihir (New Wall).

Setelah adegan percobaan pembunuhan di wilayah Tenebrae (sekutu Lucis) dimana ratu Tenebrae menjadi korban 12 tahun lalu, scene kemudian bergerak ke adegan pertempuran di tembok perbatasan. Walau tidak membuat saya se-terpana seperti saat melihat battle FF XIV End of an Era, pertempuran pembukaan Kingsglaive cukup menghibur (sayang sekali tidak ada versi cinema 3D, padahal bakal bisa lebih keren lagi).

Lakon cerita ini sendiri adalah Nyx Ulric, seorang warga imigran yang kemudian bergabung dalam Kingsglaive (terj. pedang raja) yaitu task force khusus dibawah Regis (raja Lucis) dan mendapat priviledge untuk memakai sihir ‘pinjaman’ dari sang raja. Sebagai seorang warga eks imigran, Nyx mendapat diskriminasi perlakuan dari sesama prajurit namun tidak sedikit yang mengakui kepemimpinannya.

Lalu efek dari kekalahan di perbatasan Lucis menyebabkan Regis mulai menyadari posisi pertahanan mereka yang melemah, terlebih adanya golem raksasa Daemon (sejenis monster summon) yang dipakai empire. Sadar dirinya sudah mulai menua dan melemah, menyebabkan raja Regis menyetujui tawaran gencatan senjata dari Ardyn Izunia, penasihat eksentrik dan ‘melambai’ dari empire sekalipun syarat yang diminta empire berat yaitu Lucis harus menyerahkan semua wilayahnya kecuali ibukota Imsomnia kepada empire serta menjodohkan pangeran Noctis dengan Lunafreya (putri dari Tenebrae). Menerima tawaran tersebut, namun Regis tidak sepenuhnya percaya pada tawaran empire sehingga ia mengirimkan putranya, Noctix, ke tempat jauh sebagai precaution…. pakai mobil butut yang kemudian mogok.

Kenapa pula empire mengajukan syarat perjodohan yang out of context itu??? Tapi mungkin sebenarnya itu hanyalah strategi empire agar ada alasan untuk membawa Lunafreya ke Imsomnia, agar kemudian nantinya bisa dijadikan umpan (saat diculik) untuk mengalihkan perhatian Kingsglaive dari kristal. That would make sense! Kalau tidak perjodohan ini bakal hanya jadi sekadar skenario romance yang asal dicemplungkan. Dan tuan putrinya pun… well… setelah 12 tahun anehnya masih suka ama Noctis…. And hey, is it just me? I think Lunafreya kind of remind me of Terra from FF VI.

Yeah, pasca pertempuran di perbatasan saya mungkin agak bosan sebentar karena isinya masih drama-drama gitu, kapan nih battlenya? Tapi lumayan ngerasa ‘yaaaah…’ gitu juga sih pas salah satu Kingsglaive cewe ditemukan tewas. Lalu tensi mulai meningkat saat tuan putri diculik, dan Kingsglaive dikerahkan untuk menyelamatkan, too bad It’s a trap!

Saat chamber tempat kristal diledakkan, runtuhlah New Wall dan pasukan empire menyerbu, the treaty is broken but afterall It never signed to begin with. Buru-buru kembali ke kerajaan, Lunafreya mengabaikan peringatan Nyx melompat dari pesawat mini mereka saat posisinya dekat balkon. Dear princess… tahukah kamu saat kamu melompat dari kendaraan bergerak, yang berlaku bukan hanya sekadar Law of Gravity (G) tapi juga Gaya (F), Akselerasi (a), center of mass beserta Momentum (M) which would result you in an unsightly situation of getting a broken leg or a leaking head depending on where you land first. Thanks to Nyx, she’s unharmed!

Berhasil rendevou dengan raja Regis, Lunafreya melihat kakaknya (yang mengidap sejenis Stockholm Syndrome) dengan lancangnya memakai cincin Sauron daaaaaan… well the big bro paid the price.

After that? Intensitas Kingsglaive terus menerus meningkat terutama setelah *piiippiiiip (further spoiler censored) yang membuat kita speechless dan adegan kejar-kejaran itu, Nyx harus membawa Lunafreya keluar dari kota dengan penghancuran dan pengkhianat dimana-mana. And I like the fact that The Old Wall is actually… not a ‘wall’.

Dialog-dialog dalam movie juga tidak dangkal ataupun terlalu shakespeare dan bagian yang saya suka adalah pas Glauca ngomong “I’m learning from history”, trus dijawab Nix dengan “You’re a man bound to the past”.

Sekalipun Nyx kemudian seolah menjadi versi Zack-nya FF XV, overall saya puas dengan film Square Enix kali ini, It’s really pay their effort of having ten years of preparing. Meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab diakhir cerita seperti “who trully is Gentiana?? why isn’t she appeared?”, atau “apakah general Glauca 12 tahun yang lalu adalah orang yang sama dengan yang sekarang?”, atau “apa motivasi Ardyn bekerja untuk empire? It can’t be purely loyalty, right?”, mungkin porsinya game yang rencananya rilis tahun ini untuk menjawab.

Btw, kenapa Lunafreya menolak tawaran Libertus (karena khawatir terlihat mencolok), tapi trus dengan pedenya tetap memakai dandanan kebesarannya meninggalkan Imsomnia bersama para pengungsi???

Saya sudah nonton!
Kamu?
PS: Akhir tayangan, pastikan jangan lupa tunggu after creditnya selesai untuk kejutan boyband.

Iklan

2 pemikiran pada “Review : Final Fantasy XV Kingsglaive movie

  1. “apa motivasi Ardyn bekerja untuk empire? It can’t be purely loyalty, right?”
    –> teoriku: Ardyn patah hati karena ditolak King Regis. Makanya dendam.
    *kabur*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s