!crap : I Can See Your Voice 

Setelah dicambuk sekian kali oleh haru, akhirnya saya kembali juga ke dunia blog. Setelah puas curcol di blog pribadi, sekarang saatnya saya bayar hutang blog post di blog tercinta Crappuccino *uhuk* *belai-belai bekas cambukan*

Karena saya sebenarnya lagi kena penyakit “M” alias Manis Muales, saya mencoba mencari ide yang paling mudah untuk dituliskan. Kok ya kebetulan saya lagi suka banget nonton acara reality show Korea “I Can See Your Voice.” Jadi saya putuskan untuk mengulas sedikit tentang acara ini.

Kebanyakan orang pasti tahu kalau Korea sangat gencar mempromosikan segala bentuk entertainment nulai dari yang bersifat tradisional hingga yang modern ala K-Pop ke seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir. Fenomena ini disebut Korean Wave, yang detilnya bisa dilihat di sini. Dari situs yang sama, definisi Korean Wave adalah:

….refers to the phenomenon of Korean entertainment and popular culture rolling over the world with pop music, TV dramas, and movies. Also known as “Hallyu” (한류) in Korean, the term was first coined by the Chinese press in the late 1990s to describe the growing popularity of Korean pop culture in China.

Gerakan ini sepenuhnya disupport oleh pemerintah Korea, makanya tidak mengherankan mendapati “demam Korea” menjalar begitu cepat di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Saya yang tadinya tidak terinfeksi pun perlahan mulai terkena “virus”, meski baru sebatas satu reality show 🙂

I Can See Your Voice adalah reality show di mana seorang penyanyi selebriti akan menilai sekelompok orang dan menentukan orang mana yamg tuli nada dan yang memang berbakat menyanyi. Para kontestan tidak boleh bersuara sampai terakhir dan hanya bisa memberikan sepotong petunjuk di tiap babak. Tujuan akhir acara ini adalah untuk membuat si selebriti menebak dengan tepat seseorang yang memang jago menyanyi untuk berduet dengannya di akhir acara.

Yang membuat saya tertarik awalnya adalah konsep “Don’t judge book by its cover”. Tentu saja akan sangat sulit menebak jika seseorang pandai menyanyi hanya berdasarkan penampilannya, tapi itulah yang membuat acara ini lucu untuk ditonton. Secara tak langsung, konsep “Cinderella” juga terkandung di acara ini, terutama ketika kontestan yang dianggap tuli nada, malah menyanyi dengan sangat bagus.

Seperti episode berikut ini misalnya, yang kebetulan juga favorit saya:

Nah, sebaliknya, konsep “Kena loh!!” dipakai ketika kontestan yang dipilih malah bernyanyi sumbang seperti contoh berikut:

(Note: Saya suka masnya yang imut-imut di video ini, hihi)

Reality show ini sudah diadopsi di Thailand (kebetulan saya malah tahu pertama kali yang versi Thailand ketika saya sedang traveling) dan Bulgaria (info dari akang Wikipedia). Apakah show ini akan diadopsi di Indonesia? Kita lihat saja nanti! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s