!crap: Menodai Abang

::Warning: sarcasm all over the place. You’ve been warned:: 

img_20161101_215502

Judul di atas bukanlah judul film mesum atau judul novel stensilan, bukan pula curahan hati saya, tetapi merupakan judul sebuah coloring book hasil karya anak bangsa. Mengutip subjudul yang tertulis di sampulnya, Menodai Abang adalah “sebuah buku mewarnai seperti pada umumnya”. Sungguh. SuerMenodai Abang merupakan karya kompilasi dari beberapa manga-ka lokal indonesia yang dengan mesumnya jelinya menangkap tren coloring book belakangan ini dan menggabungkannya dengan larisnya mas-mas ngganteng di kalangan cewek.

Kenapa saya sampai hati membahas ini di crappu? Salah satunya karena saya kehabisan ide mau nulis apa. Salah duanya karena Menodai Abang sungguh membuat saya pengen lempar bukunya ke tembok kehabisan kata-kata.

“Jika orang-orang ingin menjatuhkanmu, itu menunjukkan bahwa kamu mirip jambu”

Menodai Abang menyajikan berbagai macam mas-mas ganteng dalam berbagai aktivitas keseharian yang cukup down-to-earth dan sangat relatable dengan kehidupan sehari-hariSebut saja mas-mas yang lagi duduk-duduk di pos ronda, nyolong sandal di masjid, atau jualan sate. Oh, dan jangan lupa mas-mas yang lagi selfie di WC umum. Priceless! Mungkin para kreator Menodai Abang ingin menyampaikan pesan moral bahwa kegantengan tidak lantas menghilangkan kenorakan. Okeee, masuk akal.

Selain sebagai buku mewarnai, saya kira Menodai Abang cukup mempunyai visi ke depan, karena pembacanya tidak hanya mendapatkan pelepasan stress dari mewarnai semata. Di setiap halamannya, selalu ada selipan kata-kata mutiara kehidupan yang mampu membuat para pembacanya memandang kehidupan dengan lebih positif.

Tak lupa, buku ini juga mengasah kemampuan kognitif, antara lain melalui permainan-permainan,

“Yang ada di kulkas bukan ati ayam, tapi ati Abang yang beku ditinggal Neng.”

seperti menghubungkan titik-titik untuk membentuk si abang, atau membantu si abang mencari jalan. Oh iyaaaa, ada TTS juga lho! Berkat bantuan kedua teman saya yang tidak mau disebutkan namanya, akhirnya TTS-nya selesai! Yay! Sungguh saya tidak tahu harus senang atau sedih karena memiliki teman-teman dengan wawasan sepik-sepik yang warbisayak seperti mereka.

Begitulah sekilas bahasan tentang Menodai Abang. Sebenarnya saya mau membahas lebih dalam lagi mengenai buku ini, tapi apa boleh buat memang tidak ada lagi yang bisa dibahas yhaa~ gimana yhaa~ Intinya sih, kalau lagi stress, cobalah buka-buka Menodai Abang, niscaya akan sadar bahwa ada orang-orang yang lebih bersedih dari Anda. #eh

– Tinta apa yang permanen? Tintaku padamu, Neng –

Iklan

2 pemikiran pada “!crap: Menodai Abang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s