[Movie Review]: Rudolf The Black Cat

rudolfcat

Title: Rudolf The Black Cat (Rudorufu to Ippai Attena)
Year: 2016
Director: Mikinori Sakakibara, Kunihiko Yuyama
Writers: Hiroshi Saitô & Hanmo Sugiura (book), Yôichi Katô (screenplay)
Cast: Inoue Mao, Ryohei Suzuki

Japanese Film Festival tahun ini diadakan di FX Sudirman Jakarta. Awalnya kukira acara ini cuma tentang pemutaran film Jepang saja, tetapi ternyata ada acara panggungnya juga. Mulai dari kompetisi, aksi taiko dance, yosakoi, dan beberapa cosplay pun ada.

Diantara film-film yang diputar, kali ini aku mencoba judul Rudolf The Black Cat. Ini adalah film animasi 3D dengan genre SU. Yaahh, bisa ditebak donk, kira-kira ini film seringan apa. (^^)
Film ini mengisahkan tentang seekor kucing rumah bernama Rudolf, yang karena kemanjaan dan keingintahuannya yang tinggi, akhirnya tersesat berkilo-kilo meter dari kota tempat dia tinggal.

Dari sebuah kota kecil bernama Gifu, Rudolf tersesat di ibukota Tokyo. Di Tokyo, Rudolf bertemu dengan seekor kucing liar yang dikira bernama “Punya Banyak Nama” atau “Ippai Attena”.

Rudolf yang polos akhirnya mengikuti keseharian si kucing “Punya Banyak Nama” dan akhirnya mengetahui kalau kucing liar ini mudah akrab dengan manusia dan memiliki panggilan yang berbeda-beda ketika bertemu dengan manusia yang berbeda. Ibu-ibu kantin sekolahan memanggil kucing liar itu dengan sebutan “Boss”, sedangkan Bapak Tukang Ikan memanggilnya dengan “Besar”, kakak-kakak kuliahan itu memanggilnya dengan sebutan “Belang”, dan banyak lagi panggilan lainnya.

Setelah diceritakan oleh Bucchi, kucing peliharaan tukang gerabah yang mengaku dirinya beken, Rudolf jadi tahu bahwa Sang “Punya Banyak Nama” dulunya adalah kucing peliharaan. Itulah sebabnya kenapa “Ippai Attena” mudah sekali akrab dengan manusia. Majikan ippai-attena meninggalkan Jepang untuk membuka usaha di Amerika, itulah sebabnya ippai-attena terpaksa ditinggal.

Rudolf yang ingin kembali ke majikannya, Rei, secara gegabah masuk ke dalam truk pengangkut barang yang dikiranya akan membawanya ke Gifu. Sayangnya, truk itu adalah truk pendingin milik Toko yang bernama “Gibu Freezer” yang boxnya berfungsi sebagai freezer untuk mendistribusikan ikan ke pelanggan-pelanggan di Tokyo. Untung Ippai-attena berhasil menyelamatkan Rudolf sebelum dia mati beku di dalam truk itu.

Ippai-attena pun mengajarkan Rudolf cara untuk bisa kembali ke Gifu, yaitu dengan belajar membaca dan menulis. Ippai-attena mempersiapkan Rudolf agar bisa menghafal nama kota dan petunjuk jalan yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk perjalanannya kembali ke Gifu. [Yeaa I know, cat who can read? That’s nonsense -__-a]

Singkat kata, persahabatan Rudolf, Ippai-attena, dan Bucchi menjadi semakin erat. Dan bahkan membuat Rudolf menunda niatnya untuk pulang ke Gifu demi membalas si Anjing Devil yang telah melukai Ippai-attena. Saat itu, Ippai-attena hendak meminta daging ke Devil sebagai makanan perpisahan untuk Rudolf, karena Rudolf suka sekali makan daging.

Setelah setahun, Rudolf pun sudah mahir membaca kanji. Akhirnya Rudolf pun memutuskan untuk mencoba peruntungannya kembali ke Gifu. Dengan segala persiapan menghapal kota, rest-area, dan plat nomor, Rudolf pun sampai ke Gifu ke rumah lamanya. Namun, sayangnya sang majikan ternyata baru saja mengadopsi seekor kucing hitam mungil lagi. Rudolf pun merasa bahwa dia tidak berhak untuk berada di rumah itu lagi, karena Rei kini telah menemukan kucing pengganti.

[spoiler alert]

Rudolf pun kembali ke Tokyo ke tempat Ippai-attena. Singkat cerita, majikan lama ippai-attena kembali ke Jepang setelah sukses membuka restoran Yakiniku di Amerika dan dia membangun kembali rumah lamanya. Ippai-attena, Rudolf, Bucchi, Misha (kucing betina yang ditaksir Bucchi), dan ketiga ekor kucing liar lainnya pun akhirnya dipelihara oleh majikan lama Ippai-attena.

Yang menarik dari cerita ini adalah, kadang kita terlalu terikat dengan masa lalu yang membuat kita tidak bisa move on dari masa lalu. Padahal takdir telah menunjukkan jalan untuk dapat menikmati masa kini. Untuk bisa move on, terkadang perlu untuk kembali ke masa lalu untuk kemudian merelakannya. Padahal, di Tokyo ada teman-teman yang sudah seperti keluarga bagi Rudolf, namun Rudolf masih terikat dengan majikannya Rie. Setelah ada pukulan berat bagi Rudolf, barulah dia sadar betapa berharganya kawan-kawannya saat ini.

Pesan lain yang dengan secara jelas disampaikan di film ini adalah pentingnya belajar membaca dan menulis. Karena dengan itulah maka kita bisa pergi jauh. Jika kita tidak pernah belajar, maka perjalanan hidup kita akan stagnan di tempat yang sama.

Begitulah kisah kali ini. Overall, it’s a kids movie. What do you expect? :p

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s