!crap: Belajar Bahasa Inggris lewat fiksi

sampul

Sepanjang hidup saya yang snobbish dan sok enggres ini, pertanyaan “gimana caranya biar bahasa inggrisnya bagus?” beberapa kali mampir di telinga saya. Biasanya, jawaban yang saya lontarkan gak jauh-jauh dari “banyak-banyak membaca cerita mes*m.” Dalam beberapa kasus, mungkin si penanya merasa saya bercanda atau ngenyek, padahal saya cukup serius, lho (termasuk bagian mes*mnya).

Sebenarnya tidak masalah mau pilih bacaan fiksi atau nonfiksi. Kebetulan saja saya memang sukanya baca fiksi nyehehehe. Selama membaca fiksi, kita sebagai pembaca “dipaksa” untuk mengimajinasikan apa yang tertulis dan membentuknya ke dalam satu situasi yang berkelanjutan dan koheren. *ngomong apa sih ini ngomong apa????* Karena itulah, mau tak mau, kalau mau nyambung sama jalan ceritanya, kita harus ngerti apa yang tengah terjadi di dalam cerita, termasuk tokoh-tokohnya lagi ngapain.

Apakah harus fiksi m*sum alias iya-iya? Sebenarnya nggak juga, tapi saya cenderung menyarankan untuk baca tentang hal yang kita sukai karena 2 hal: familiaritas dan self-motivation. Pertama, biasanya kalau kita menyukai suatu hal, kita sudah punya informasi mendasar atas hal/topik yang kita sukai. Karena kita sudah mengetahui konteks bacaan yang dibaca, maka lebih mudah untuk menangkap garis besarnya. Jadi misalnya nih, kita mungkin gak tau detail-detailnya ngomongin apa, tapi kita sudah tahu garis besarnya. Kedua, karena kita menyukai topik yang dibaca, kita akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan bacaan.

Biasanya, saya membaca dulu ceritanya sampai habis. Ada bagian atau deskripsi yang sulit dimengerti? Selama itu nggak mengganggu pemahaman saya atas keseluruhan jalan cerita, saya telan saja dulu mentah-mentah. Lompati, atau ambil garis besarnya. Oke, jadi sudah ngerti nih jalan ceritanya dari awal sampai akhir. Sekarang, mari baca ulang lagi dari awal sampai akhir, terutama di bagian-bagian yang nggak ngerti tadi. Barulah kali ini bacanya sambil buka kamus. Pastikan kali ini benar-benar ngerti dengan jelas apa yang diceritakan oleh penulis.

Nah, sudah sedikit terbayang kan cara membacanya. Tapi sekarang, di mana bisa dapat fiksi berbahasa inggris dengan gratis mudah? Hellaww, hari gini lho. Selama ada akses ke internet, seharusnya gak susah. Kalau merasa bersalah keseringan donlot-donlot gratisan, Amazon kadang suka ngasih freebie (gak punya Kindle? Install dong yang versi android-nya!), meski bukan dari penulis terkenal. Beberapa situs macam Smashwords juga kadang suka ada cerita-cerita dari penulis indie yang kadang digratisin (meski gak banyak juga sih). Kalau lagi ada rejeki sekali-sekali boleh lah beli ebook, lumayan lho bisa lebih murah daripada beli hardcopy-nya di P*riplus hihihihi. Kalau udah putus asa banget terpojok di ujung jurang terancam singa lapar gak nemu yawda deh monggo cari donlotan. Don’t ask, don’t tell yes.

Hampir lupa, kalau ngomong fiksi gratisan, ada juga fanfiction. Saya termasuk yang memakai fanfiction sebagai salah satu media pembelajaran. Selain gratis, bisa milih ship sesuka kita, yey! Tapi ini agak-agak jadi pedang bermata dua, sih. Sepengalaman hidup saya yang agak m*sum ini, ada 2 hal yang harus diperhatikan: fandomnya dan penulisnya. Kalau fandomnya kebanyakan (atau 50-50) berasal dari non-English speaking countries alias bahasa Inggris bukan bahasa utama, bisa jadi bakal sering nemu fanfiction yang bahasa Inggrisnya nggak standar, jadi harus pinter-pinter cari fanfiction archive yang oke. Kalau dilihat dari segi penulisnya sendiri, saya sering menemui penulis yang berbaik hati ngasih keterangan apakah fanfic karyanya itu di-proofread atau tidak. Kalau sudah di-proofread kita bisa berharap bahwa setidaknya tata bahasanya nggak ngaco-ngaco amat.  Seinget saya dulu yang lumayan oke fandomnya itu Harry Potter. Saya pernah sih nemu fanfic Harry Potter yang disclaimer-nya adalah “Americanized! Harry”. Suer, saya sampe sekarang masih susah bedain antara structure/dialek Amerika Utara dengan British.

Hmmm…kalo ngomong soal “bacaan berbahasa Inggris”, gimana dengan komik atau manga scanlation? Hmmm saya sih gak terlalu menyarankan. Dari pengalaman saya, saat membaca komik atau manga kita banyak terbantu oleh visual/grafis untuk menjelaskan baik jalan cerita, dialog, maupun narasi yang ada. Tambah lagi, manga lebih mengambil bentuk interaksi verbal berupa dialog, sehingga agak percuma kalau mau belajar structure kalimat bahasa Inggris yang baik dan benar karena tidak semua dialog dalam manga berupa satu kalimat utuh. Belum lagi risiko terjemahan yang buruk. Yah, kalau hanya untuk dibaca sih oke-oke saja, tapi kalau dipakai sebagai acuan belajar bahasa Inggris sepertinya tidak terlalu membantu.

Sedikit downside dari gaya belajar semaunya ala saya ini adalah masalah vocabulary alias kosakata. Yah gimana yah, you reap what you sow. Kalau belajarnya dari cerita m*sum, ya terima nasib aja kalau kosakata yang didapat ya sekitar “situ-situ aja”, yang mungkin…yah…kurang bisa dimanfaatkan dalam situasi percakapan dalam dunia nyata wkwkwk. Well, tapi kalo speaking sih masalah lain lagi lah yaw, karena fokusnya di sini peningkatan level reading comprehensive. *ngeles* Tapi inget, jangan ngasal mengaplikasikan kata-kata yang didapat di novel/fanfiction yang dibaca ya. Mungkin buka-buka kamus sedikit untuk memastikan contoh penggunaannya.

Oh iya, sebaiknya mulai dari bacaan yang pendek-pendek dulu macam cerpen atau fanfiction one-shot. Bukannya apa-apa sih. Kalau awal mulai langsung dari yang panjang, kalau belum biasa baca bahasa Inggris risiko mutung-nya lebih tinggi. Soalnya capek, lho, mencoba menerjemahkan sekaligus menikmati cerita dalam sekali jalan. Kalau bacaannya berupa bacaan pendek, kan lebih cepet tamat. Dengan demikian kita pun juga bisa lebih banyak eksplorasi karya penulis lain, yang siapa tau punya gaya tulis dan kosakata yang beda lagi ato shipping pasangan yang kita sukak. Seiring waktu, barulah cari yang lebih panjang. Oh well, tapi ini gak baku juga sih. Biasanya kalo udah suka atau penasaran dengan ceritanya, sepanjang apapun dijabanin juga hihihihihi! *apalagi kalau pas banyak scene-scene asoy-nya. ahahay!*

Oke, sudah nemu novel/cerpen/fanfiction bahasa Inggris yang mau dibaca? Silakan dicoba praktekkan cara di atas! Baca, tamatkan, dapatkan garis besar ceritanya, ULANGI lagi dari awal sampai benar-benar ngerti dengan detail apa yang tertulis. Ya memang ini tergantung banget sama “jam terbang” sih. Makin banyak yang dibaca, maka akan makin akrab dengan bahasa dan tata bahasa yang digunakan. Jangan salah lho, ini bakal kerasa efeknya waktu writing. Gimana ceritanya? Sambung lagi kapan-kapan yaaa~

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s