!Crap: Sekilas Tentang Tinggal di Swiss

Setelah haru dan ami posting tentang pengalaman tinggal di luar negeri, gantian saya yang tegoda untuk menulis tentang hal yang sama (dan juga karena saya sudah dicambuk haru πŸ˜‚). Kebetulan saya beruntung mendapatkan kesempatan untuk tinggal dan bekerja di Swiss selama setahun, dan tentu saja, saya mendapatkan cukup pengalaman selama di sana, entah baik ataupun buruk. Ada beberapa hal yang bisa saya bagi kali ini yang mungkin cukup menarik untuk kalian πŸ˜‰

Be Quiet Please!

Mungkin kalian pernah dengar cerita kalau orang Swiss sangat menghargai ketenangan, dan amat tidak menyukai keramaian terutama di malam hari. It is true. Yang bikin geregetan, tingkatan ramai yang dimaksud di sini bukan cuma ramai karena dangdutan sambil joget gergaji pesta kecil-kecilan di dalam apartemen, bukan itu saudara-saudara! Bunyi flush dari toilet sudah dianggap sangat mengganggu ketenangan dan mungkin membuat tetangga apartemen Anda menggedor pintu atau bahkan melaporkan Anda ke petugas keamanan sekitar karena mengganggu ketenangan (teman saya pernah diprotes langsung oleh tetangga apartemennya, waks!). Saran saya, usahakan pup sebelum jam 9 daripada malam-malam harus ke kamar mandi, hehe…

Mwah, mwah, mwah

Di Swiss, salam dilakukan dengan tiga kali ciuman di pipi, umumnya antar perempuan dan juga antar laki-laki dan perempuan. Terkadang saya melihat para pria berjabat tangan sebagai gantinya, tapi nggak sedikit juga para bapak-bapak cipika cipiki cipika (karena tiga kali πŸ˜›) tanpa rasa risih. Nggak usah parno bahwa orang Swiss akan langsung nyosor Anda untuk cipika cipiki karena biasanya salam ini dilakukan untuk orang yang sudah saling kenal 😁

Choco oh Choco

Swiss identik dengan coklat dan keju yang enak πŸ˜‹ Fakta ini didukung banyaknya sapi perah yang diternakkan di Swiss dan menghasilkan susu yang kaya rasa yang menjadi bahan dasar keju dan coklat. Kalau Anda ke Swiss, sempatkan untuk mencoba coklat yang dibuat di chocolatier karena biasanya rasanya lebih unik dan sedap dibandingkan coklat bermerek (meski coklat Swiss merek apapun menurut saya enak sih, hahaha). Salah satu chocolatier yang pernah saya coba adalah Blondel dan rasanya memang enak meski cukup mahal πŸ˜…

Say Cheese! 

Fondue! Satu hidangan yang pasti pernah didengar oleh semua orang. Di Indonesia kita mungkin lebih familiar dengan chocolate fondue yang terkadang ada di acara kawinan. Tapi sejatinya fondue itu mengacu ke hidangan keju yang dilelehkan di atas kompor dan dimakan dengan potongan roti yang dicelupkan ke dalamnya. Biasanya ada lebih dari satu jenis keju di dalam fondue dan terkadang diberi campuran white wine.  Selain fondue, salah satu hidangan keju yang terkenal adalah raclette, yaitu keju batangan yang dilelehkan dan dimakan dengan kentang rebus dan acar. Saya pribadi lebih suka raclette karena menurut saya lebih lezat dan terasa banget kejunya. Dua hidangan ini wajib dicoba kalau kalian pergi ke Swiss.

    

Sunday? No way!

Di Swiss, rata-rata toko dan supermarket hanya buka sampai maksimal jam 6 sore tiap harinya, kecuali hari Minggu. Di hari Sabtu, jam buka agak sedikit lebih malam, yaitu sekitar jam 7 malam. Yang ribet, karena Minggu semua toko tutup, kita cuma bisa belanja kebutuhan rumah tangga hari Sabtu atau pada hari kerja jika kita bisa pulang kerja lebih cepat. Agaknya hari Minggu memang sengaja dialokasikan sebagai waktu bersantai dan berkumpul keluarga di Swiss, jadi jangan heran kalau mendapati kota di Swiss dalam keadaan yang sepi penduduk lokal di hari Minggu.

Traveling, traveling, traveling

Salah satu hal yang paling menguntungkan dengan tinggal di Swiss (atau negara Eropa manapun) adalah kemudahan untuk traveling ke negara-negara Eropa tetangga.  Infrastruktur transportasi di Swiss dan Eropa pada umumnya sudah sangat established, sehingga kita hanya perlu memilih moda tranportasi yang paling tepat menurut kita untuk berpergian. Inilah beberapa tips ala ala saya untuk traveling di Eropa 😁

  • Rencanain yuk! Rencanakan dengan baik itinerary Anda, termasuk tempat-tempat yamg akan Anda kunjungi di negara tujuan. Karena saya biasanya traveling di akhir pekan dan hanya memiliki dua hari, saya harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Begitu tiba, biasanya saya akan segera berjalan atau naik transportasi umum ke obyek wisata yang sudah saya tentukan di list saya. Tentu jika Anda memiliki lebih banyak waktu, Anda bisa membuat trip Anda lebih fleksibel dan merubahnya sesuai dengan situasi dan mood.
  • Naik apa ya? Saya biasanya menggunakan pesawat atau kereta api untuk traveling di Eropa. Untuk kereta api, saya menggunakan aplikasi SBB (site) yang juga meliputi tiket kereta antar negara. Sedangkan untuk pesawat, saya sering menggunakan easyJet (site) karena relatif cukup murah, meski terkadang bisa menjadi agak mahal karena terpengaruh oleh peak season. Airline lain yang sering digunakan adalah Ryan Air yang konon sangat murah, tapi kaya naik bis alias cepet-cepetan dapat tempat duduk! πŸ˜‚
  • Duit oh duit. Bawa uang secukupnya saja, kalau bisa usahakan untuk tidak menggunakan kartu sama sekali di luar. Meski memang pembayaran dengan kartu kredit, debit atau prepaid sangat mudah, akan selalu ada resiko kartu kita di-hack dan uang kita dikuras. Teman saya pernah mendapati kartu prepaid nya di-hack setelah dia membeli tiket keret api di stasiun via mesin. Untungnya sih nggak  terlalu banyak uang yang hilang, tapi tetep aja gelo… πŸ˜…  Bawa dompet kecil yang bisa diseliplan ke dalam jaket, kalau bisa kantung bagian dalam sehingga lebih aman.
  • Yang praktis aja ah. Khususnya untuk para traveler yang semi backpacker, ingat selalu untuk tetap praktis. Saya selalu membawa satu rucksack setiap saya traveling dan tas itu cukup membawa semua keperluan saya mulai dari baju, alat mandi sampai alat shalat. Buat saya traveling lebih tentang menikmati keindahan alam atau bangunan bersejarah di kota dan negara lain, bukan tentang selfie (haha!), jadi alat rias, dua pasang sepatu yang berbeda warna atau kacamata segede jam dinding bukanlah sesuatu yang akan saya bawa saat traveling 😁
  • Tidur di mana? Sekarang sudah banyak sekali aplikasi yang bisa membantu kita mencari tempat menginap di suatu negara, mulai dari Booking.com, Air BnB, Couchsurfing, Agoda, you named it. Tinggal pilih yang paling sesuai dengan budget dan standar kita 😊

In the end, living in another country of course has pro and con. Tinggal di Eropa berarti kita mendapatkan kesempatan untuk bisa mengeksplorasi negara-negara Eropa lain dan mengenal sedikit lebih dalam kebudayaan yang berbeda dengan milik kita. Kekurangannya ya kita jauh dari keluarga, susah kalau mau makan martabak atau tahu campur, dan harga barang-barang relatif lebih mahal. Regardless, just grab and enjoy should the opportunity comes to your lap to live abroad. You’ll love it for sure 😊

PS. Saya share beberapa foto saya waktu traveling.. Ga selfie kan? πŸ˜‚

 Meteora, Greece London, UK Paris, France

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s